Mencari Alloh dengan memahami Bismillaahir rohmaanir rohiimi

ILMU

ILMU
‘al ilmu nuurun’
H : ilmu itu bercahaya, yaitu yang cahayanya menerangi lahir hingga batin
JAdi dengan adanya ‘terang’ ‘caang’ segala sesuatu akan terlihat jelas, segala sesuatu akan tersingkap rahasia-nya…

Isi-nya ilmu :
Al ilmu naafii’un, huwal ladzii fish shuduuri syai’an
H : Yang namanya ilmu itu dapat melapangkan/membuka/’menjembarkeun’ diri.

jadi apabila kita mempelajari ilmu ternyata ilmu itu belum dapat ‘ngajembarkeun hate’…. ya… sebaiknya kita kaji lagi sudah benarkah ilmunya… ataukan sudah sampai inti-nya itu ilmu…

ilmu itu bukan hanya hak di propesor atau di orang-orang pinter akan tetapi bisa tumerap pada setiap diri yang dapat merasakan diri-nya menjadi ‘jembar’/lapang/nyaman…..
atau dimana keadaan kita menjadi nyaman / tenang/ ‘muthmainnah’ setelah mempelajari suatu ilmu maka dapat dikatakan bahwa ilmu itu sudah ‘larap’ / menyatu…..
(tolong di ‘loading’ ilmu ‘iman’ dan ‘islam’…. mangga diraksa ku nyalira naha parantos larap atanapi nuju ngalarapkeun atanapi parantos larap)…
bila belum larap agar ditingkatkan usaha untuk memahaminya…
bila nuju ngalarapkeun jangan pernah berhenti hingga berhasil…
bila sudah larap… istiqomah-lah..

Syarat nyiar ilmu
Syaratnya nyiar ilmu / mencari ilmu itu ada 6 perkara :
1. Dakaaa’in
hartosna Cerdas
2. Wa Hirsyin
hartosna Kataji, kabita, hayang, ingin akan suatu ilmu, tidak dalam keadaan terpaksa melainkan dengan keikhlasan hati.
3. Wa jihaadin
hartosna semangat, bersungguh-sungguh, tidak mudah bosen dan tidak gampang putus asa…. (masak belajar iman sama islam putus asa ya… ^_^). Prinsip dimana tekun rajin pasti ada hasilnya…
4. Wa Bulyaatin
hartosna loba bekel (cukup bekalnya)… bekal yang termasuk utama dalam menjalankan ilmu adalah
a. Sabar
b.Tawakal
c. Pasrah
d. ikhlas
5. Wa Irsyaadin wa istaadin
hartosna kudu ka guru anu ngarti, maham kana hukum-hukum Al Qur’an anu nyata, anu sasuai sareng hukum-hukumNa Al Qur’an.
Jadi laku lampahna eta guru teh sasuai sareng anu di carioskeun ku Al Qur’an
6. walituz zamaani
hartosna kudu panjang waktu, jangan dibatasi waktunya (masak belajar iman islam dari dunia hingga akhirat dibatas-batas waktunya.

JAdi tegesna hasil dari ilmu ini harus ‘Ijaabun’ hartosna kudu ngadatangkeun pangartian, tiasa ngajembarkeun, manfaat…..

terutama manfaat dari dunia hingga akherat…..

manfaat dalam meningkatkan kadar dalam beribadah kepada Alloh ta’ala

Comments on: "ILMU" (2)

  1. ILMU tidak mengikatkan diri kepada ikatan
    (‘aqd) [yaitu kepercayaan, doktrin, dogma, atau ajaran] tertentu dan
    mengingkari ikatan lain yang mana pun, karena dengan demikian itu anda
    akan kehilangan kebaikan yang banyak; sebenarnya anda akan kehilangan
    pengetahuan yang benar tentang apa itu yang sebenarnya. Karena itu,
    hendaklah anda menerima sepenuhnya semua bentuk
    kepercayaan-kepercayaan,
    karena Allah Ta’ala terlalu luas dan terlalu besar untuk dibatasi dalam
    satu ikatan tanpa ikatan lain, Dia berkata: “Kemana pun kamu berpaling,
    di situ ada wajah Allah”, [Q 2:115] tanpa menyebutkan arah tertentu
    mana

  2. Mari sama-sama syiarkan ajaran agama ISam pada generasi sejak dini jangan sampai generasi kita di Ianda krisis iImu Agama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: