Mencari Alloh dengan memahami Bismillaahir rohmaanir rohiimi

Seperti kita ketahui bersama, Ilmu Geologi modern berhasil mengungkap fakta ilmiah bahwa terdapat banyak lempengan berdempetan di bumi ini, diantaranya adalah lempengan Eropa-Asia, lempengan Afrika, lempengan Arab, lempengan Indo-Australia, lempengan Amerika Utara, lempengan Samudra Pasifik dll.

Lempengan-lempengan tersebut bergerak secara terus menerus. Gerakannya lambat, sehingga mata tidak bisa memantaunya secara langsung. Fakta yang mencengangkan (Belum dipublikasikan oleh studi-studi asing) adalah bahwa ternyata lempengan Arab menjadi poros tengah dari lempengan-lempengan bumi lainnya, karena lempengan-lempengan lain tersebut mengitari lempengan Arab dari segala penjuru. Kemanapun lempengan Arab menghadap, maka semua lempengan yang mengitarinya akan mengikuti untuk berputar disekitarnya dengan putaran yang teratur.
Mekah sendiri terletak ditengah lempengan Arab. Dengan demikian maka kita akan menemukan fakta bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini menghadap ke arah Mekah.

Dikarenakan segala sesuatu menghadap ke arah Mekah, sedang titik pusat kota Mekah adalah Ka’bah, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Ka’bah merupakan pusat bumi. Segala benda yang ada di dalam bumi, di permukaannya, dan diatasnya, semuanya mengarah ke Ka’bah, dalam keadaan bersujud dan tunduk di hadapan-Nya.

Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan cahaya ilmu pengetahuan…
(Ref : Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis, buku 8 : Kemukjizatan Penciptaan Bumi, hal 113-126)

Comments on: "PUSAT BUMI (tempat), KIBLAT (arah)" (3)

  1. tag nya mohon diperbaiki…

  2. Maka berhati-hatilah agar anda tidak mengikatkan diri kepada ikatan
    (‘aqd) [yaitu kepercayaan, doktrin, dogma, atau ajaran] tertentu dan
    mengingkari ikatan lain yang mana pun, karena dengan demikian itu anda
    akan kehilangan kebaikan yang banyak; sebenarnya anda akan kehilangan
    pengetahuan yang benar tentang apa itu yang sebenarnya. Karena itu,
    hendaklah anda menerima sepenuhnya semua bentuk
    kepercayaan-kepercayaan,
    karena Allah Ta’ala terlalu luas dan terlalu besar untuk dibatasi dalam
    satu ikatan tanpa ikatan lain, Dia berkata: “Kemana pun kamu berpaling,
    di situ ada wajah Allah”, [Q 2:115] tanpa menyebutkan arah tertentu
    mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: