‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah

Bismillaahir rohmaanir rohiim…
Kadang kita bertanya pada diri sendiri… apa benar ada yang seperti judul tulisan ini?

Kalau ada gimana juga kalau tidak ada gimana?
Trus bener nggak sih Mama Kita yang tersayang benar-benar mengajarkan hal ini?
lalu pertanyaan terakhirnya apakah ini ada dasar landasan hukumnya yang menyambung kepada perintah/hukum-Na Alloh ta’ala?

Masa sih nggak ada ya….
Masa sih Mama lupa ya….
Masa sih Mama mengadakan sesuatu yang diluar Al Qur’an / Perintah-Nya Alloh ta’ala…
jadi ……
masa sih nggak ada…

eh tapi bagus juga sih polemik ini membuat kita harus semakin memahami Asma AJ ini dengan baik dan benar….
karena apa…
karena di Al Qur’an pun dijelaskan berulang kali bahwa ada kaum yang
1. Meyakini atau meng-imani-Nya
2. Ada pula yang tidak meyakini atau mendustakannya
dan terakhir ternyata
3. ada juga ternyata yang belum mengetahui atau memahaminya….
(ssttt… lumayan banyak loh di Al Qur’an ayat-ayat tentang ini…’Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah)

Sekedar berbagi…
sebaiknya sih kita memahami hal ini dan meng-imani-nya ya…

eeehhhhhhhhhhhh tapi kata sebgaian orang rusiah tuh… rahasia nggak boleh sembarang orang tahu…..
katanya jadi fitnah….
katanya jadi jangan melangkahi sepuh… (masak yang katanya belajar tata krama kok melangkahi sepuh….

ya tidak dong…

lagi pula sepuh yang benar pasti mengedepankan Hukum yang ada di Al Qur’an diatas segalanya ya…)

siapa sih yang mau bikin fitnah?
kan kaidah kita ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim’
dimana ilmu dan akal kita dipake ngandung iman jeung islam…..
islam kan saling menyelamatkan… kok jadi fitnah-fitnahan

tapi maksudnya dari yang lain diluar kita gitu….
eeeh…
emang yang namanya dakwah itu tidak ada gogoda ya?

katanya kita mempelajari dari yang sebut sebagai rahmatan lil ‘alamiin…..
kok malah maen umpet-umpetan aja….
membiarkan yang lain tidak mengerti dan tersesat atau malah kebingungan…
sementara kita malah diam saja ya…
kok tega ya….

Ngaku muridnya Mama H. Amilin Abdul Jabbar ternyata kok egois ya…
ngaku mempelajari penerangan dan wasiatnya ternyata kok ternyata….

yaaah memang tidak semua begitu sih…..
hanya saja sayang ya…. pada saat kita diterapan pituduh memahami dan mengamalkannya….
mengapakah tidak kita menjadikannya dermanwan dengan saling wasiat dan saling menasehati serta saling belajar bersama lillaahi ta’ala semata……

Kayaknya memang benar bahasan
‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah……. ini akan tetap jadi misteri ya…
karena kita terlalu egois dan terlalu merasa dirinya eklusif…
padahal
dasar hukum serta landasan dadasar serta guidelinesnya adalah Al qur’an semata……

kalau Al Qur’an menjelaskannya….
lalu apa kita layak kita bila itu rahasia dan jangan diterangkan kepada yang lain…. biar itu ekslusif dan milik kelompok kita saja…..

saya berharap….
mari kita bahu membahu dalam silih selamatkan dengan pemahaman dan pengamalan ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim’ yang sebenar-nya….
Insya Alloh ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah akan terlihat dengan jelas dengan qudrat, irodat, rohmat, pertolongan serta izin Alloh ta’ala ….

Dasar hukum untuk ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah

1. Bismillaahir rohmaanir rohiim (dan seluruh kalimah pokok, kalimah dasar atau fondasi ya…)

2. Silahkan kita kaji bersama surat Al Kahfi 18 : 110

…sing saha jalmi anu tiasa ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah…. eta :

1. Ngalakonan amal sholeh (berarti ilmu jeung akal-na dipake ngandung iman jeung islam..silahkan lihat tafsir Bismillahir rohmaanir rohiim)

2. Tidak musyrik dina ngalakonan sagala hal ibadah…..

Maaf yaaaa….

apa kah ayat ini kurang cukup jelaskah?

bila belum cukup jelas …. silahkan baca sekali lagi…. terus ulangi….

maaf yaa segini dulu tulisan ini

bila ada yang merasa tersinggung mohon maaf….

hanya saja yang apa-apa yang sudah dijelaskan AlQur’an ya memang mesti kita laksanakan dengan KAFFAH / sempurna….

Ditulis dalam 1366. 1 Komentar »

Tafakur

Tafakur adalah termasuk dalam ibadah yang utama, sangatlah besar dan banyak faedah dari tafakur..
Tafakur sesaat itu lebih baik dari pada ibadah satu tahun tanpa berfikir…
Tafakur sesaat lebih baik dari pada ibadah 70 tahun tanpa tafakur….

Tafakur itu dapat dikatakan sebgai lampunya hati, bila seseorang tidak mau tafakur maka pasti akan gelaplah hatinya….
bila gelap hatinya maka tidak akan bisa membedakan mana yang benar dan salah…

Para ahli membagi bahwa tafakur itu ada dua macam :
1. Tafakur Taroqqi
Tafakur yang dapat memperkuat kana ke Imanan dengan keyakinan yang sebenar-benarnya

2. Tafakur Tadzalli
Tafakur dalam penyempurnaan maqom eling atau kesadaran

Yang jelas dalam kehidupan beragama atau dalam memahami serta melakssanakan perintah Alloh ta’ala akan berbeda hasilnya antara orang-orang yang tafakur dengan orang-orang yang tidak tafakur…

Biasanya sih tafakur diawali dengan tafakur agar sadar.
SADAR siapakah diri kita ini sebenarnya

tafakur agar sadar kemanakah tujuan kita sebenarnya

tafakur agar sadar bekal bagaimana yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan kita

dan lain sebagainya…
MAQOM SADAR mustahil akan tercapai kalau kitanya nggak sadar … ^_^

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Tafakur akan Hisab Waktu

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Pentingnya Hisab Waktu : karena bila salah waktu akan kacau segalanya….

No

Pemabahasan

Banyaknya disebut dalam Al Quran

Relevansi dan Hikman

1 Banyaknya kata ‘Bulan’ (Sahr)

12 kali

1 th = 12 bln

1 th harus 12 bulan

Agar orang tidak melanggar larangan pada bulan haram

2 Banyaknya kata ‘Hari’ (Al yawm)

354 kali

1 th = 12 bln

Atau

1 th = 354 hari maka

1 th hrs tepat 354 hari

Agar manusia mempunyai patokan yang jelas jumlah hari dalam Al Qur’an, dan mengimani-nya
3 Bulan/Sahr ada dua macam
  1. Bulan Kamil= 30 hr
  2. Bulan Nakis=29 hr
Dlm setahun ada 6 kali bulan Nakis dan 6 kali pula bulan Kamil Dalam segala hal pasti sempurna komposisi-nya dan tidak ada yang cacat atau ke-tidak adilan
4 Digilirkannya antara genap dan ganjil Alloh ta’ala memerintahkan kita untuk berlaku adil
5 Awal Tahun Islam dimulai dengan Bulan Disusun sesuai dengan urutannya:

1. Muharrom

2.  Safar

3. Rabi’ul Awwal

4. Rabi’ul Akhir

5.  Jumadil Awwal

6. Jumadil Akhir

7. Rajab

8. Sya’ban

9. Ramadhan

10.Syawal

11. Dzulqoidah

12. Dzulhijjah

Berdasarkan keterangan dari Para Sahabat Nabi Muhammad SAW bahwa

Perintah awal Alloh ta’ala untuk berhijrah memisahkan diri dari kemusyrikan

Bln Ramadhan adalah bulan ke 9, dlm tahun Islam bukan bulan ke 1

6 Perintah Hijrah dari Alloh ta’ala adalah bukti sempurna-nya iman (imanul kamil) Kamil = sempurna, maka jumlahnya adalah 30 hari Bulan Muharram ada 30 hari.

Perintah hijrah membebaskan diri dari kemusyrikan itu menunjukkan kesempurnaan iman

7 Perjalan atau Safar menunjukkan bahwa belum selesainya atau belum sempurnanya sesuatu bila belum sampai kepada tujuan Belum sempurnanya perjalanan bila belum sampai tujuan menunjukkan bahwa Nakis .

Bulan Safar adalah bulan Nakib atau 29 hari

Hakekatnya kita di dunia ini adalah orang yang sedang melakukan perjalan kepada Alloh ta’ala, sehingga kita mesti menyempurnakan perjalanan kita ini dengan beribadah sebenar-benarnya hanya kepada Nya
8 Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulya adalah bukti kesempurnaan Risalah Alloh ta’ala Kelahiran manusia yang sempurna dan mulya menunjukkan ke-Kamil-an.

Bulan ini adalah bulan Kamil atau sebanyak 30 hari.

(Cocok dengan yang tertera di AlQur’an bahwa digilirkannya antara genap dan ganjil)

Nabi Muhammad SAW menunjukkan kesempurnaan dalam segala hal, maka tidaklah mungkin Nabi Muhammad SAW tidurunkan di bulan yang tidak sempurna.

Kita selalu diperintahkan untuk menta’ati Alloh ta’ala dan RosulNya hingga kapanpun

9 Bulan sesudah Maulid Nabi SAW pun takzim Tidak melebihi apa-apa yang Nabi SAW dapatkan, jadi bulan ini adalah Nakis atau 29 hari Bersikap taat dalam mentaati Nabi Muhammad SAW dan tidak berlebihan.

Tawadhu mengingat kekurangan

10 Bulan Rajab saat terjadinya Isro Mi’raj Sekali sebagai bukti sempurnanya dakwah Islam.

Sehingga lamanya bulan ini adalah 30 hari.

Pada bulan ini ditunjukkannya sebagian besar dari ayat-ayat Alloh ta’ala yang Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai salah satu penyempurna dakwah Islam.

Penyempurnaan dalam hal Ibadah serta diperlihatkannya seluruh rahasia secara sempurna oleh qudrot dan irodat serta izin Alloh ta’ala

11 Sya’ban, yang jelas dari bulan ini adalah peringatan Nisfu Sya’ban tanggal 15 Nisfu dapat diartikan sebagai setengah (1/2) dan

Nisfu diartikan sebagai Median.

Awal bulan ke Nisfu Syaban 14 hari dan dari Nisfu ke akhir bulan adalah 14 hari juga.  Berarti lamanya bulan Sya’ban adalah 29 hari.

Sangat Jelas bahwa Nisfu Sya’ban tanggal 15 berarti nisfu disini berarti median atau tengah-tengah.

Nisfu Sya’ban tanggal 15 berarti dari awal bulan ke Nisfu Syaban memerlukan persiapan 14 hari dan dari Nisfu Sya’ban menyelsaikan bulan Sya’ban-pun memerlukan 14 hari.

Jadi bulan Sya’ban itu lamanya adalah 29 hari Bersikap adilah kalian semua dalam segala perkara.

Bulan Sya’ban bukan 30 hari karena bila demikian Nisfu Sya’ban akan gugur dan tidak jatuh  pada tanggal 15, dengan perhitungan :

Awal bulan ke Nisfu Sya’ban 14 hari, sementara Nisfu sy’ban ke akhir bulan 15 hari. (Tidak seimbangkan??)…

Jadi bulan Sya’ban ini adalah 29 hari.

Juga sebagai pencerminan bahwa manusia sebelum diturunkannya Al Qur’an di bulan Ramadhan ia belumlah sempurna, belum Kamil

12 Ramadhan diturunkannya Al Qur’an, kitab suci yang Mulia lagi sempurna Ramadahan bulan diturunkannya Al qur’an, mungkinkah Al Qur’an Diturunkan pada bulan yang tidak sempurna/ Kamil dan melalui orang yang tidak sempurna/ Kamil?

Tidak mungkin bukan ? Maka bulan ini termasuk bulan Kamil yaitu 30 hari

Jumlah hari pada bulan Ramadahan mencerminkan kesempurnaan, bahwa 30 juz Al Qur’an adalah sama dengan jumlah hari pada bulan Ramadhan. Sempurnakan oleh kalian bilangan puasa/ shaum.

Sempurnakan berarti bahwa bulan ini harus bulan kamil atau 30 hari

Bulan Ramadhan ini juga dianggap sebagai bulan yang dapat mengembalikan seseorang kepada Fitrahnya, berarti ibadah dalam bulan Ramadhan ini menunjukkan kesempurnaan ibadah.

13 Syawal Digilirkannya antara bilangan ganjil dan genap.

Atau digilirkannya antara siang dan malam.

Atau digilirkannya antara bulan yang berumur 30 hari dengan bulan yang berumur 29 hari.

Syawwal berasal dari kata syala, yasyulu, syawwal yang berarti meningkat..

dikatakan meningkat karena belum sempurna, nakis

Berarti pada bulan ini lamanya adalah 29 hari.

Digilirkannya antara bilangan ganjil dan genap.

Atau digilirkannya antara siang dan malam.

Atau digilirkannya antara bulan yang berumur 30 hari dengan bulan yang berumur 29 hari.

Pada bulan ini rasanya adanya kekurangan apabila kita tidak saling meminta maaf dengan tetangga, saudara dan handai taulan..

Belum rasanya sempurna ibadah kita apabila kita belum melaksanakan ibadah social atau muamalah dengan baik.

Oleh karena itu pada bulan ini dianggap paling banyak dipergunakan untuk atau sebagai sara silatur rahmi untuk menyempurnakannya.

14 Dzulqoidah, bulan persiapan untuk menyempurnakan Rukun Islam Bekal untuk sempurnanya pelaksanaan Rukun Islam harus sempurna atau kamil.

Sehingga bulan inipun disebut bulan Kamil atau mempunyai 30 hari

Menyempurnakan niat, bekal dan segala sesuatunya untuk menyempurnakan Rukun Islam yang kelima
15 Dzulhijjah, bulan pelaksanaan haji Bulan ini pelaksanaan Rukun Islam yang ke 5, akan tetapi karena tidak semua muslimin dapat pergi haji dan hanya diwajibkan hanya kepada yang mempu maka bulan ini seolah-olah tidak sempurna atau Nakib atau 29 hari Pelaksanaan haji atau penyempurnaan Rukun Islam yang kelima ini hanya diwajibkan kepada yang mampu saja sedangkan untuk yang tidak mampu tidak diwajibkan.

Atau pada bulan ini dilaksanakannya qurban untuk pengganti ibadah hajji.

Perintah Hajji hanya kepada yang mampu dan wajib hanya sekali dalam seumur hidup.

Bagi yang mampu tapi tidak pergi haji disarankan untuk berqurban.

Bagi yang tidak mampu dalam melaksanakan keduanya disarakan untuk tetap bersabar dan tidak berputus asa dari rohmat Alloh ta’ala

16 Kesimpulan bila disusun sesuai dengan urutannya:

1. Muharrom   = 30 hr

2. Safar             = 29 hr

3. Rabi’ul Awwal = 30 hr

4. Rabi’ul Akhir   = 29 hr

5. Jumadil Awwal = 30hr

6. Jumadil Akhir  = 29 hr

7. Rajab       = 30 hr

8. Sya’ban   = 29

9. Ramadhan  = 30 hr

10.Syawal   = 29 hr

11. Dzulqoidah  = 30 hr

12. Dzulhijjah  = 29

Dzaalika taqdiril ‘aziizil ‘aliim (QS Yasiin)

Bila demikian benarlah yang diakatakan oleh al Qur’an bahwa bulan dan Matahari selalu beredar pada garis edarnya.

(tidak ada meleset sedikitpun)

Apabila pemahaman atas kaidah ini dengan baik dan mengedepankan iman kepada Alloh ta’ala dapat dipastikan tidak akan ada perselisihan dalam penentuan waktu atau hisab waktu,

Karena semuanya telah diciptakan oleh Alloh ta’ala dengan ukuran yang sangat tepat dan pada garis edarnya yang pasti

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Mengenal dan memahami Nafsu

Bismillaahir rohmaanir rohiim
Ada 7 jenis Nafsu dalam setiap diri Manusia yang bila kita pahami karakteristiknya Insya Alloh dapat menyelamatkan kita dalam beribadah kepada Alloh ta’ala. Ke 7 Nafsu itu adalah  :
1. Nafsu Amarah …………….Surat Yusuf 12 : 53
2. Nafsu Lawwamah ………..Surat Al Qiyamah  75 : 2
3. Nafsu Sawwiyyah ………..Surat Yusuf : 12 : 83
4. Nafsu Mulhammah ………Surat Asy Syams : 91 : 7 sd 8
5. Nafsu Muthmainnah…….Surat Al Fajr  89 : 27
6. Nafsu Radhiyyah ………..Surat Al Fajr  89 : 28
7. Nafsu Mardhiyyah………Surat Al Fajr 89 : 29

Penjelasan :
1. Nafsu Amarah
Nafsu ini mendorong manusia untuk melakukan dosa dan kejahatan juga marah tidak pada tempatnya, sesuatu pekerjaan yang jelek tidak pada tempatnya

Surat Yusuf 12 : 53 ….
2. Nafsu Lawwamah
Nafsu yang mendorong berbuat sesuatu padahal akibat dari perkara itu adalah penyesalan dikemudian hari

Surat Al Qiyamah  75 : 2 (ini nafsu dipergunakan oleh Al Qur’an untuk bersumpah….hiii serem ya…)

3. Nafsu Sawwiyyah
Nafsu yang menggambarkan bahwa dosa atau maksiat terlihat indah dan enak (biasanya sih soal sex dan birahi dsb) padahal hakekat dari kesenang ini belum tentu benar… Bila berdasarkan Al Qur’an Nabi Ya’qub AS saja besabar atasnya

Surat Yusuf : 12 : 83 (Teks Al Qur’an Sawwalat…)

4. Nafsu Mulhammah
Kondisi dimana manusia kadang takwa kadang durhakan atau dengan kata lain kadang edan kadang eling..kondisi dimana manusia kadang berbuat takwa kadang berbuat durhaka kemudian taqwa lagi….

Dijelaskan yang beruntung adalah orang-orang yang membersihkannya atau tidak edan eling ….

Surat Asy Syams : 91 : 7 sd 8
5. Nafsu Muthmainnah
Kondisi dimana kita dapat bertindak dengan Tenang, nyaman dalam segala tindakan
6. Nafsu Radhiyyah
Rasa Puas dalam segala hal
7. Nafsu Mardhiyyah
Diridho’i  Alloh ta’ala dalam segala hal

untuk Nomor 5 , 6 dan 7… adalah Kalimah silahkan dibaca agar dapat meningkatkan kadar ibadah kepada  Alloh ta’ala

Kalimah Madumun Syarfiyun Al Fajr 27 28 29

Kalimah Madumun Syarfiyun Al Fajr 27 28 29

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Renungan Hidup

Sudahkan kita merenung apakah itu hidup itu ?

ada yang berkata hidup adalah tidak mati…

juga ada yang berkata hidup adalah bergerak (ups..bukan gerak itu adalah cirinya hidup)

ada yang berkata hidup itu adalah berfikir (ups ini juga ciri yang hidup bukan definisi hidup)… nah loh jadi hidup itu apa?

(Al Hayyu )…
Pertama  : Apa yang dimaksud dengan hidup
Kedua      : Apa yang dimaksud dengan hidup sebelum semuanya hidup
Ketiga      : Apa yang dimaksud dengan hidup sesudah semuanya hidup
Keempat : Hidup apa yang tidak ada bandingannya
Kelima     : Hidup apa yang tidak ada kemusrikan sedikitjuapun
Keenam   : Hidup yang dapat menghidupkan yang mati
Ketujuh   : Hidup yang dapat menghidupkan yang hidup
Kedelapan : Hidup yang dapat mematikan seluruh yang hidup
Kesembilan : Hidup yang merizkikan segala yang hidup
Kesepuluh : Hidup yang tiada pernah mati
Kesebelas  : Hidup yang tidak pernah lengah sedikitpun….

Selamat merenung …. ditunggu ^_^

Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »

Kalimah Madumun syarfiyun Nomor 3

Kalimah Madumun Syarfiyun Nomor 3

Madumun Syafiyun No 3

Madumun Syafiyun No 3

Kalimah ini termasuk dalam urutan ke 3 dalam susunan kalimah Madumun Syarfiyun….

Pada hakekatnya semua kalimah Alloh ta’ala adalah sempurna adanya….

Kebetulan saja di kersakeun untuk membahas kalimah ini….

Dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala….

Semua perbuatan kita, semua ucap-ucapan kita dan semua niat kita diawali dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi…. Semuanya diawali dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala.

…dan ( semuanya) dengan Alloh ta’ala ……

Menanamkan sikap pada diri kita bahwa ada yang mesti harus selamanya hadhir dalam hati kita, yang selamanya hadhir dan menyertai dalam setiap tindakan kita, yang selamanya selalu hadhir , menyertai dan menolong kita…..

Setiap saat… setiap waktu… setiap keadaan dan di setiap tempat….

Hadhirkanlah Alloh ta’ala dalam diri kita, dalam hati kita sehingga kita selalu berusaha untuk ta’at kepada Nya dengan sebenar-benarnya ibadah….

…dan  ( semuanya) dari Alloh ta’ala ……

Semuanya …segalanya…. Adakah yang tidak dari qudrot dan irodatNya Alloh ta’ala….

Semoga dengan ini kita bisa bertambah-tambah syukur dengan semua cipta-an Alloh ta’ala sekaligus juga kita bersabar dalam melaksanakan segala syariatNya….

Juga menjaga sikap kita bahwa semua yang ada pada kita ini adalah milik Alloh ta’ala semata….

Jadi hati-hatilah kita menggunakan segala sesuatu yang Sebenarnya adalah milik Alloh ta’ala..

Bagusnya :

Tanamkan pada diri kita bagaimana kita menggunakan barang/milik Alloh sehingga kita di percaya olehnya.

…dan  ( semuanya) kepada  Alloh ta’ala ……

Tanamkan pada diri kita bahwa kita ini semuanya hanya ingin kepada Alloh ta’ala…. Bukan kepada yang lainnya… keinginan kita adalah dapat beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah kepada Alloh ta’ala dan bukan kepada yang lainnya……

Kehendaki kita sebenarnya adalah kesesuaian tingkah lalku kita dengan apa-apa yang disyariatkan oleh Alloh ta’ala…..

Tiada yang kita inginkan melainkan apa-apa yang dapat menuju kepada Alloh subhanallohi wata’ala….

…dan  ( semuanya) dijalan dan ketentuan-nya Alloh ta’ala ……

yang kita kehendaki…

yang kita inginkan….

Yang kita ucapkan….

Yang kita lakukan….

Hari ini…. Hari-hari sebelumnya dan hari-hari yang akan datang adalah selalu berada di jalan Alloh ta’ala, selalu dalam ketentuanNya Alloh ta’ala…..

Selalu selaras dengan Al Qur’an…. Selalu taat dalam beribadah ….. dan selalu semangat mengharapkan Ridho Alloh tala semata……..

Bacalah…amalkanlah….. jadikanlah ini kalimah yang selalu di wiridkan oleh kita, …..

Al Ilmu Nuur(un) : Ilmu iltu bercahaya

Ilmu itu bercahaya, semakin baik pemahaman akan suatu ilmu semakin sempurna juga cahayanya….
dengan cahaya itu…ia tidak akan terpelosok dalam kegelapan yang membuat dirinya berputus asa dari Rahmat Alloh ta’ala….

Liputan ilmu yang bercahaya karena memahami tauhid kepada Alloh ta’ala diantaranya adalah dapat menyebabkan :
1. terbukanya pintu pemahaman yang dapat membantu kita memahami seluruh hukum-hukum Alloh ta’ala sehingga dapat diamalkan secara baik.

2. Menyampaikan kepada fadhillaah yang dapat membantu kita menghadapi ujian-nya Alloh ta’ala.

3. Membuat kita sadar bahwa pilihan yang terbaik adalah untuk tetap taat kepada Alloh ta’ala

4. Bersabar dan bersyukur atas segala ketetapanNya

5. Tampaknya keperkasaan dan kelembutan, qudrot dan irodat serta jamal dan jalal-Nya Alloh ta’ala dalam setiap keadaan sehingga menambah ketaatan…

6. Tersingkapnya hijab sehingga dapat membuat kita tambah taat kepada Alloh ta’ala melalui pelaksanaan hukum-hukum Alloh ta’ala dengan sempurna

7. Tampaknya segala rahasia sirr, sirrul sirr Alloh ta’ala yang menambah keyakinan, membah ketaatanmenambah kadar iman dan islam, sehingga semakin sempurna kita beribadah kepadaNya…

Amantu billaah….

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Silahkan merenung….

sudahkah kita beriman kepada Alloh ta’ala dan apa buktinya?

Sudahkah kita meresa aman dengan qudrot dan irodatnya?…..

katanya amantu….. kok belum merasa aman ya…?

jadi ada yang harus diperbaiki ya… maka silahkan perbaiki…..

mari kita sama-sama saling menasehati

sama sama saling membantu

sama-sama saling menyemangati…

Maka ngabarangkeunana teh hirup urang teh kedah taqi-taqi (hati-hati, waspada tidak sembrono yang ditunjukkan dengan sikap bersyukur)

“Kaula percaya yen sagala rupi teh kagungan Alloh ta’ala”



Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »

Adab belajar Asma Terhadap dirinya terhadap diri sendirinya

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Adab belajar Asma Terhadap dirinya sendiri
Eh ada ya adab belajar asma itu apa lagi adab belajar terhadap diri sendiri, kalau adab ke guru mursyid atau ke rekan lain memang sudah ada yang membahas ya….
Ini adab kepada diri sendiri…..
Apa aja ya…
1. Kita harus SADAR, bahwa setiap ucap lampah tekad kita diperhatikan oleh malaikat…..
Oleh karena itulah senantiasa kita harus berdzikir dalam setiap keadaan dan setiap saat atau bahkan saat kita sedang sibuk melaksanakan tugas kehidupan dunia pun terus meneruslah kita berdzikir tiada henti dan tiada putus…. KALIMAH banyak silahkan pilih …..
Karena kata Al quran bahwa berdzikirlah kita sebanyak banyaknya ya…..
MULAILAH SEKARANG JUGA….. START
2. MEninggalkan pergaulan dengan orang-orang yang jahat dan senantiasa bergaul dengan orang-orang yang baik….. Janganlah kamu bergaul dengan orang-orang yang menurutkan hawa nafsu, nanti akan menceritakan kepada HATImu sesuatu yang samar dan tiada manfaatnya dari dunia hingga akhirat….
Bergaul dengan orang-orang baik akan mewarisi kebaikkan dan bersahabat dengan orang jahat akan mewarisi kejahatan….
Kebetulan almarhum PAsukan Gelang merah (Almarhum Abah Obin tersayang) ada pernah berkata : Roh itu bagaikan angin, jika ia melintasi wewangian niscaya ia akan berbau wangi, dan jika melintasi bangkai atau sampah maka ia akan berbau busuk…
Bergaul dengan orang ahli ibadah yang bijaksana lagi soleh akan melembutkan hati dengan keyakinan……
3. JAngan biarkan dirimu dalam keadaan tidak suci sekejappun….
4. Janganlah rakus terhadap apa-apa yang berada ditangan orang lain
5. Apabila rezekinya sempit dan kehidupannya susah dan hati orang keras terhadapnya, maka hendaknya iasa SABAR dan TABAH, tidak boleh cemas dan takut …..
Kesusahan dan kesulitan acapkali menimpa para murid ketika mulia masuk kedalam pelajaran Asma AJ ini…..

6. Bersyukur dengan sebenar-benarnya bersyukur… walaupun hanya dapat memahami satu ayat, sebaiknya bersyukur….
Karena boleh jadi pada awalnya ia berkata bahwa ia sangat memerlukan jalan ini, tetapi karena kesulitan menimpa dirinya…… lantas ia memungkirinya… (hati-hati ini semacam ujian konsekuensi Iman yang harus dinyatakan dengan keselarasan antara ucapan, Tindakan dan Tekad kita,,…

Ntar lanjutkan lagi ya……..

Lanjutkan ya…

Setelah semua yang ditulis diatas selesai maka dapat kita lihat dimanakah maqom katau kedudukan kita dengan melihat jenis-atau-maca maqom yang ada yaitu :

1. Maqom Sadar
2. Maqom Tobat
3. Maqom Syukur
4. Maqom Sabar
5. Maqom Juhud (bersungguh-sungguh)
6. Maqom Waro’
7. Maqom Khauf
8. Maqom Roja’
9. Maqom Tawakal
10. Maqom Ridho
11.  Maqom Mahabbah (Cinta, deudeuh)

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Iman ; bagaimana ya cara memahaminya ?

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Ar Rohmaan : Alloh ta’ala anu kagungan ni’mat panjang, ti dunia dugika akherat, tegesna saha-saha jalma anu diterapan elmu jeung akal dipake ngandung iman jeung islam disebut nimat panjang atanapi ni’mat gede.

Ada yang tahu apa sih iman itu????

….
…..
……

1. Iman, cirinya adalah

  1. diyakini dalam hati
  2. diucapkan dengan lisan
  3. dan dilakukan dengan perbuatan

ketiga hal tersebut selaras dengan RUKUN_RUKUN DALAM IMAN yaitu :

  1. Amantu billaah
  2. Wal malaaikatu
  3. wa kutubihi
  4. wa Rosuulihi
  5. wabil yaumil akhiiri
  6. wa khoiri wa sarrihi minallohi ta’ala

Dimana menurut sayyidina Ali ra. dalam penerapannya dengan 4 sikap

  1. yakin, secara lahir dan batin, serta selaras antara ucapan, tindakan dan niat
  2. Komposisi Syukur dan sabar    (sabar dalam beribadah, sabar dalam mengerjakannya secara bersungguh sungguh, sabar dalam musibah, sabar dalam tidak melakukan maksiyat serta sabar dalam menghadapi kehidupan dunia)
  3. jihad/juhud atau bersungguh sungguh
  4. adil
Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »