Bismillaahir rohmaanir rohiim…
Kadang kita bertanya pada diri sendiri… apa benar ada yang seperti judul tulisan ini?
Kalau ada gimana juga kalau tidak ada gimana?
Trus bener nggak sih Mama Kita yang tersayang benar-benar mengajarkan hal ini?
lalu pertanyaan terakhirnya apakah ini ada dasar landasan hukumnya yang menyambung kepada perintah/hukum-Na Alloh ta’ala?
Masa sih nggak ada ya….
Masa sih Mama lupa ya….
Masa sih Mama mengadakan sesuatu yang diluar Al Qur’an / Perintah-Nya Alloh ta’ala…
jadi ……
masa sih nggak ada…
eh tapi bagus juga sih polemik ini membuat kita harus semakin memahami Asma AJ ini dengan baik dan benar….
karena apa…
karena di Al Qur’an pun dijelaskan berulang kali bahwa ada kaum yang
1. Meyakini atau meng-imani-Nya
2. Ada pula yang tidak meyakini atau mendustakannya
dan terakhir ternyata
3. ada juga ternyata yang belum mengetahui atau memahaminya….
(ssttt… lumayan banyak loh di Al Qur’an ayat-ayat tentang ini…’Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah)
Sekedar berbagi…
sebaiknya sih kita memahami hal ini dan meng-imani-nya ya…
eeehhhhhhhhhhhh tapi kata sebgaian orang rusiah tuh… rahasia nggak boleh sembarang orang tahu…..
katanya jadi fitnah….
katanya jadi jangan melangkahi sepuh… (masak yang katanya belajar tata krama kok melangkahi sepuh….
ya tidak dong…
lagi pula sepuh yang benar pasti mengedepankan Hukum yang ada di Al Qur’an diatas segalanya ya…)
siapa sih yang mau bikin fitnah?
kan kaidah kita ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim’
dimana ilmu dan akal kita dipake ngandung iman jeung islam…..
islam kan saling menyelamatkan… kok jadi fitnah-fitnahan
tapi maksudnya dari yang lain diluar kita gitu….
eeeh…
emang yang namanya dakwah itu tidak ada gogoda ya?
katanya kita mempelajari dari yang sebut sebagai rahmatan lil ‘alamiin…..
kok malah maen umpet-umpetan aja….
membiarkan yang lain tidak mengerti dan tersesat atau malah kebingungan…
sementara kita malah diam saja ya…
kok tega ya….
Ngaku muridnya Mama H. Amilin Abdul Jabbar ternyata kok egois ya…
ngaku mempelajari penerangan dan wasiatnya ternyata kok ternyata….
yaaah memang tidak semua begitu sih…..
hanya saja sayang ya…. pada saat kita diterapan pituduh memahami dan mengamalkannya….
mengapakah tidak kita menjadikannya dermanwan dengan saling wasiat dan saling menasehati serta saling belajar bersama lillaahi ta’ala semata……
Kayaknya memang benar bahasan
‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah……. ini akan tetap jadi misteri ya…
karena kita terlalu egois dan terlalu merasa dirinya eklusif…
padahal
dasar hukum serta landasan dadasar serta guidelinesnya adalah Al qur’an semata……
kalau Al Qur’an menjelaskannya….
lalu apa kita layak kita bila itu rahasia dan jangan diterangkan kepada yang lain…. biar itu ekslusif dan milik kelompok kita saja…..
saya berharap….
mari kita bahu membahu dalam silih selamatkan dengan pemahaman dan pengamalan ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim’ yang sebenar-nya….
Insya Alloh ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah akan terlihat dengan jelas dengan qudrat, irodat, rohmat, pertolongan serta izin Alloh ta’ala ….
Dasar hukum untuk ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah
1. Bismillaahir rohmaanir rohiim (dan seluruh kalimah pokok, kalimah dasar atau fondasi ya…)
2. Silahkan kita kaji bersama surat Al Kahfi 18 : 110
…sing saha jalmi anu tiasa ‘Moblos’, ‘Liqo’, ‘Liqoo’, ‘Perjumpaan’, ‘Pertemuan’ dan ‘Bukti’ dari Ibadah…. eta :
1. Ngalakonan amal sholeh (berarti ilmu jeung akal-na dipake ngandung iman jeung islam..silahkan lihat tafsir Bismillahir rohmaanir rohiim)
2. Tidak musyrik dina ngalakonan sagala hal ibadah…..
Maaf yaaaa….
apa kah ayat ini kurang cukup jelaskah?
bila belum cukup jelas …. silahkan baca sekali lagi…. terus ulangi….
maaf yaa segini dulu tulisan ini
bila ada yang merasa tersinggung mohon maaf….
hanya saja yang apa-apa yang sudah dijelaskan AlQur’an ya memang mesti kita laksanakan dengan KAFFAH / sempurna….

