Renungan Hidup

Sudahkan kita merenung apakah itu hidup itu ?

ada yang berkata hidup adalah tidak mati…

juga ada yang berkata hidup adalah bergerak (ups..bukan gerak itu adalah cirinya hidup)

ada yang berkata hidup itu adalah berfikir (ups ini juga ciri yang hidup bukan definisi hidup)… nah loh jadi hidup itu apa?

(Al Hayyu )…
Pertama  : Apa yang dimaksud dengan hidup
Kedua      : Apa yang dimaksud dengan hidup sebelum semuanya hidup
Ketiga      : Apa yang dimaksud dengan hidup sesudah semuanya hidup
Keempat : Hidup apa yang tidak ada bandingannya
Kelima     : Hidup apa yang tidak ada kemusrikan sedikitjuapun
Keenam   : Hidup yang dapat menghidupkan yang mati
Ketujuh   : Hidup yang dapat menghidupkan yang hidup
Kedelapan : Hidup yang dapat mematikan seluruh yang hidup
Kesembilan : Hidup yang merizkikan segala yang hidup
Kesepuluh : Hidup yang tiada pernah mati
Kesebelas  : Hidup yang tidak pernah lengah sedikitpun….

Selamat merenung …. ditunggu ^_^

Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »

Kalimah Madumun syarfiyun Nomor 3

Kalimah Madumun Syarfiyun Nomor 3

Madumun Syafiyun No 3

Madumun Syafiyun No 3

Kalimah ini termasuk dalam urutan ke 3 dalam susunan kalimah Madumun Syarfiyun….

Pada hakekatnya semua kalimah Alloh ta’ala adalah sempurna adanya….

Kebetulan saja di kersakeun untuk membahas kalimah ini….

Dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala….

Semua perbuatan kita, semua ucap-ucapan kita dan semua niat kita diawali dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi…. Semuanya diawali dengan menyebut nama Dzat Alloh ta’ala.

…dan ( semuanya) dengan Alloh ta’ala ……

Menanamkan sikap pada diri kita bahwa ada yang mesti harus selamanya hadhir dalam hati kita, yang selamanya hadhir dan menyertai dalam setiap tindakan kita, yang selamanya selalu hadhir , menyertai dan menolong kita…..

Setiap saat… setiap waktu… setiap keadaan dan di setiap tempat….

Hadhirkanlah Alloh ta’ala dalam diri kita, dalam hati kita sehingga kita selalu berusaha untuk ta’at kepada Nya dengan sebenar-benarnya ibadah….

…dan  ( semuanya) dari Alloh ta’ala ……

Semuanya …segalanya…. Adakah yang tidak dari qudrot dan irodatNya Alloh ta’ala….

Semoga dengan ini kita bisa bertambah-tambah syukur dengan semua cipta-an Alloh ta’ala sekaligus juga kita bersabar dalam melaksanakan segala syariatNya….

Juga menjaga sikap kita bahwa semua yang ada pada kita ini adalah milik Alloh ta’ala semata….

Jadi hati-hatilah kita menggunakan segala sesuatu yang Sebenarnya adalah milik Alloh ta’ala..

Bagusnya :

Tanamkan pada diri kita bagaimana kita menggunakan barang/milik Alloh sehingga kita di percaya olehnya.

…dan  ( semuanya) kepada  Alloh ta’ala ……

Tanamkan pada diri kita bahwa kita ini semuanya hanya ingin kepada Alloh ta’ala…. Bukan kepada yang lainnya… keinginan kita adalah dapat beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah kepada Alloh ta’ala dan bukan kepada yang lainnya……

Kehendaki kita sebenarnya adalah kesesuaian tingkah lalku kita dengan apa-apa yang disyariatkan oleh Alloh ta’ala…..

Tiada yang kita inginkan melainkan apa-apa yang dapat menuju kepada Alloh subhanallohi wata’ala….

…dan  ( semuanya) dijalan dan ketentuan-nya Alloh ta’ala ……

yang kita kehendaki…

yang kita inginkan….

Yang kita ucapkan….

Yang kita lakukan….

Hari ini…. Hari-hari sebelumnya dan hari-hari yang akan datang adalah selalu berada di jalan Alloh ta’ala, selalu dalam ketentuanNya Alloh ta’ala…..

Selalu selaras dengan Al Qur’an…. Selalu taat dalam beribadah ….. dan selalu semangat mengharapkan Ridho Alloh tala semata……..

Bacalah…amalkanlah….. jadikanlah ini kalimah yang selalu di wiridkan oleh kita, …..

Al Ilmu Nuur(un) : Ilmu iltu bercahaya

Ilmu itu bercahaya, semakin baik pemahaman akan suatu ilmu semakin sempurna juga cahayanya….
dengan cahaya itu…ia tidak akan terpelosok dalam kegelapan yang membuat dirinya berputus asa dari Rahmat Alloh ta’ala….

Liputan ilmu yang bercahaya karena memahami tauhid kepada Alloh ta’ala diantaranya adalah dapat menyebabkan :
1. terbukanya pintu pemahaman yang dapat membantu kita memahami seluruh hukum-hukum Alloh ta’ala sehingga dapat diamalkan secara baik.

2. Menyampaikan kepada fadhillaah yang dapat membantu kita menghadapi ujian-nya Alloh ta’ala.

3. Membuat kita sadar bahwa pilihan yang terbaik adalah untuk tetap taat kepada Alloh ta’ala

4. Bersabar dan bersyukur atas segala ketetapanNya

5. Tampaknya keperkasaan dan kelembutan, qudrot dan irodat serta jamal dan jalal-Nya Alloh ta’ala dalam setiap keadaan sehingga menambah ketaatan…

6. Tersingkapnya hijab sehingga dapat membuat kita tambah taat kepada Alloh ta’ala melalui pelaksanaan hukum-hukum Alloh ta’ala dengan sempurna

7. Tampaknya segala rahasia sirr, sirrul sirr Alloh ta’ala yang menambah keyakinan, membah ketaatanmenambah kadar iman dan islam, sehingga semakin sempurna kita beribadah kepadaNya…

Amantu billaah….

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Silahkan merenung….

sudahkah kita beriman kepada Alloh ta’ala dan apa buktinya?

Sudahkah kita meresa aman dengan qudrot dan irodatnya?…..

katanya amantu….. kok belum merasa aman ya…?

jadi ada yang harus diperbaiki ya… maka silahkan perbaiki…..

mari kita sama-sama saling menasehati

sama sama saling membantu

sama-sama saling menyemangati…

Maka ngabarangkeunana teh hirup urang teh kedah taqi-taqi (hati-hati, waspada tidak sembrono yang ditunjukkan dengan sikap bersyukur)

“Kaula percaya yen sagala rupi teh kagungan Alloh ta’ala”



Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »

Adab belajar Asma Terhadap dirinya terhadap diri sendirinya

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Adab belajar Asma Terhadap dirinya sendiri
Eh ada ya adab belajar asma itu apa lagi adab belajar terhadap diri sendiri, kalau adab ke guru mursyid atau ke rekan lain memang sudah ada yang membahas ya….
Ini adab kepada diri sendiri…..
Apa aja ya…
1. Kita harus SADAR, bahwa setiap ucap lampah tekad kita diperhatikan oleh malaikat…..
Oleh karena itulah senantiasa kita harus berdzikir dalam setiap keadaan dan setiap saat atau bahkan saat kita sedang sibuk melaksanakan tugas kehidupan dunia pun terus meneruslah kita berdzikir tiada henti dan tiada putus…. KALIMAH banyak silahkan pilih …..
Karena kata Al quran bahwa berdzikirlah kita sebanyak banyaknya ya…..
MULAILAH SEKARANG JUGA….. START
2. MEninggalkan pergaulan dengan orang-orang yang jahat dan senantiasa bergaul dengan orang-orang yang baik….. Janganlah kamu bergaul dengan orang-orang yang menurutkan hawa nafsu, nanti akan menceritakan kepada HATImu sesuatu yang samar dan tiada manfaatnya dari dunia hingga akhirat….
Bergaul dengan orang-orang baik akan mewarisi kebaikkan dan bersahabat dengan orang jahat akan mewarisi kejahatan….
Kebetulan almarhum PAsukan Gelang merah (Almarhum Abah Obin tersayang) ada pernah berkata : Roh itu bagaikan angin, jika ia melintasi wewangian niscaya ia akan berbau wangi, dan jika melintasi bangkai atau sampah maka ia akan berbau busuk…
Bergaul dengan orang ahli ibadah yang bijaksana lagi soleh akan melembutkan hati dengan keyakinan……
3. JAngan biarkan dirimu dalam keadaan tidak suci sekejappun….
4. Janganlah rakus terhadap apa-apa yang berada ditangan orang lain
5. Apabila rezekinya sempit dan kehidupannya susah dan hati orang keras terhadapnya, maka hendaknya iasa SABAR dan TABAH, tidak boleh cemas dan takut …..
Kesusahan dan kesulitan acapkali menimpa para murid ketika mulia masuk kedalam pelajaran Asma AJ ini…..

6. Bersyukur dengan sebenar-benarnya bersyukur… walaupun hanya dapat memahami satu ayat, sebaiknya bersyukur….
Karena boleh jadi pada awalnya ia berkata bahwa ia sangat memerlukan jalan ini, tetapi karena kesulitan menimpa dirinya…… lantas ia memungkirinya… (hati-hati ini semacam ujian konsekuensi Iman yang harus dinyatakan dengan keselarasan antara ucapan, Tindakan dan Tekad kita,,…

Ntar lanjutkan lagi ya……..

Lanjutkan ya…

Setelah semua yang ditulis diatas selesai maka dapat kita lihat dimanakah maqom katau kedudukan kita dengan melihat jenis-atau-maca maqom yang ada yaitu :

1. Maqom Sadar
2. Maqom Tobat
3. Maqom Syukur
4. Maqom Sabar
5. Maqom Juhud (bersungguh-sungguh)
6. Maqom Waro’
7. Maqom Khauf
8. Maqom Roja’
9. Maqom Tawakal
10. Maqom Ridho
11.  Maqom Mahabbah (Cinta, deudeuh)

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Iman ; bagaimana ya cara memahaminya ?

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Ar Rohmaan : Alloh ta’ala anu kagungan ni’mat panjang, ti dunia dugika akherat, tegesna saha-saha jalma anu diterapan elmu jeung akal dipake ngandung iman jeung islam disebut nimat panjang atanapi ni’mat gede.

Ada yang tahu apa sih iman itu????

….
…..
……

1. Iman, cirinya adalah

  1. diyakini dalam hati
  2. diucapkan dengan lisan
  3. dan dilakukan dengan perbuatan

ketiga hal tersebut selaras dengan RUKUN_RUKUN DALAM IMAN yaitu :

  1. Amantu billaah
  2. Wal malaaikatu
  3. wa kutubihi
  4. wa Rosuulihi
  5. wabil yaumil akhiiri
  6. wa khoiri wa sarrihi minallohi ta’ala

Dimana menurut sayyidina Ali ra. dalam penerapannya dengan 4 sikap

  1. yakin, secara lahir dan batin, serta selaras antara ucapan, tindakan dan niat
  2. Komposisi Syukur dan sabar    (sabar dalam beribadah, sabar dalam mengerjakannya secara bersungguh sungguh, sabar dalam musibah, sabar dalam tidak melakukan maksiyat serta sabar dalam menghadapi kehidupan dunia)
  3. jihad/juhud atau bersungguh sungguh
  4. adil
Ditulis dalam 1366. 2 Komentar »

Zuhud…..

zuhud lanjutan….

zuhud disini yang menggunakan huruf  ’jai’ ya….

seperti yang sudah dibahas sebelumnya banyak keanehan tentang definisi zuhud…
kita melihat banyak buku yang membahas zuhud dan begitu banyak sufi yang melakukan yang dianggap ‘zuhud’….
hanya saja terjadi kegamang-an pada saat kita melihat definisi dari zuhud itu sendiri….
kok bisa ya zuhud mempunyai kontradiksi yang ‘halus’ dengan kaidah-kaidah hadist adan al qur’an yang lainnya…
kok bisa ya banyak orang yang tenang-tenag saja dan tidak membahas secara kritis tentang zuhud itu sendiri…
kenapa ya….?
1. takut…
2. nggak tahu alias nggak ngerti..
3. sebodo amat ah…
4. tahu tapi males nerang-in …
5. emang gue pikirin…
6. ah itumah ilmu sufi alias tingkat tinggi… bukan bagian kita…. BEUUU …

gitu kah alasan kita?

Mamang sih dalam buku-buku agama tidak begitu banyak yang membahas tentang zuhud….

banyak ketidak logisan masak seorang sufi atau wali Alloh ta’ala yang bersih hatinya dalam beribadah bisa bersifat muak terhadap dunia…. sementara mau nggak mau disadari bahwa dunia adalah termasuk modal kita untuk beribadah kepada Alloh ta’ala…..

seharusnya zuhud yang dimaksud adalah juhud yang mempergunkan huruf ‘jim’…

kebetulan memeriksa Al Qur’anul kariim yang memakai huruf ‘jai’ itu tidak ada…. yang ada adalah yang mempergunakan huruf ‘jim’…

juhud… berakar kata sama dengan jihad yang berarti melakukan atau beribadah dengan sungguh-sungguh…

Juhud berarti melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh.

jelaskan bila kita mengartikan juhud it melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh maka kita tidak akan mengalami kerancuan apa yang dimaksud dengan para sufi para wali Alloh, para shidiqiin para syahiidin….

mereka biklang juhud adalah dengan cara beribadah dengan sunguh-sungguh… terserah ditakdir kan  apa oleh Alloh ta’ala…

kaya

miskin

atau sedang-sedang saja….

yang terpenting adalah juhud….

yang terpenting adalah beribadah dengan ikhlas kepada Alloh ta’ala…

….

kesimpulannya marilah kita menanamkan sifat juhud pada diri kita…

marilah kita beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Alloh ta’ala…..

marilah kita sungguh-sungguh memahami hakekat beribadah yang sebenarnya kepada Alloh ta’ala….

‘Wa ufawwidu amri ilaalloohi…

Ilahiii antal maqshuudi wa ridhoka mathlubi…

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »