Zuhud Vs Juhud

Bismillaahir rohmaanir rohiim..

Ada yang tahu perbedaan kedua kata diatas?

Zuhud dengan Juhud?

orang cenderung mengatakan bahwa zuhud adalah bersikap menjauhi urusan dunia, hidup sangat sederhana (maaf kalau boleh saya katakan cuek-in dunia..), lupakan dunia….

sementara itu JUHUD adalah…

bersikap secara sungguh-sungguh dengan menghadirkan hati dan konsistensi antara ucapan , niat dan tindakan dalam beribadah kepada Alloh ta’ala….

Trus apa masalahnya ya? kok penulis ngebahas beginian sih?

Penulis merasakan kejanggalan-kejanggalan bahwa banyak orang yang semakin alergi terhadap kata zuhud dan juhud….. yang akhirnya menjauhkan dari pemahaman dan pengamalan islam secara benar dan baik….

Silahkan tafakuri :

1. Bila disebut zuhud menghindari dunia…. imposible…. tak mungkin.. kan??

jadi aneh deh masa agama kita nyuruh sesuatu yang tidak mungkin…

tidak memperdulikan dunia….???

juga nggak mungkin lah yauwww…. coba orang kita mengumpulkan bekal ke akherat itu di dunia kok disuruh nggak perduli …..

aneh ya… itu litelatur….. ajaib…. kok bikin orang nggak rasional….

kalau tetep pakai pemahaman ZUHUD ya giman ya dalam beribadaha pasti cenderung nggak rasional deh….

yang anehnya kebetulan saya search kata zuhud di al quran itu kok nggak ada ya?…. jadi ini dari mana ya? …. aneh kan?…..

kata suruh mencari bekal ke akhirat di dunia ini dengan beribadah tapi ditempat kita beribadah atau bekerja kok malah cuek…. aneh deh….

wah aku dipanggil rapat dulu ya…. ntar dilanjutkan…

wassalaam

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

Pakaian kita, sudahkah menutupi aurat kita?

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Pakaian kita disadari mau tidak mau tanpa kita sadari kadang bahwa itu sangatlah penting sekali bagi kita…………
Berdasarkan apa yang di turunkan oleh Allah ta’ala pakaian itu terbagi atas (QS Al A’raf 7:26) :
1. Untuk menutupi aurat kita

Secara umum kecenderungan aurat itu akan terbuka secara sadar atau tidak sadar pada waktu (An Nuur 24:58) :
a. Sebelum shubuh
b. Tengah hari
c. Sesudah Isya

Jelaslah dalam ketiga waktu diatas itu disebutkan dalam Al Qur’an bahwa itu adalah aurat kita….. juga dijelaskan bahwa hamba sahaya dan yang belum baligh-pun diharuskan untuk meminta ijin kepada kita sebelum memasuki kamar kita pada ketiga waktu tersebut….

Menarik bukan Al Qur’an berbicara tiga rahasia waktu yang merupakan aurat kita?

Ternyata waktu-waktu tertentu pun menjadi aurat bagi kita….

yang terkadang kita hanya membahas bahwa aurat itu sekedar

untuk pria diabwah pusar hingga diatas lutut….

untuk wanita hampir seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan….

Nah pemikiran kita adalah bagaimana cara menutup aurat itu?

bila hanya sekedar untuk meutupi tubuh…. mungkin agak mudah dipahami, namun pada saat bahwa waktu tertentu-pun mempunyai aurat bagaimanakah kita menutupinya….???

Ada masukkan??

….

berdasarkan keterangan dari banyak Hadist, bahwa ketiga waktu tersebut sebaiknya banyak diisi wirid atau dzikir kepada Alloh ta’ala….

bila demikian halnya tentu saja akan ada relevansi antara dzikir atau wirid dengan upaya mendapatkan pakaian untuk menutupi aurat kita yang ada dalam ketiga waktu tersebut diatas ya…..

Nah bila sudah mengetahui hal yang demikian bahwa antara dzikir atau wiridan kepada Alloh ta’ala itu mempunyai banyak hikmah dan manfaat yang diantaranya adalah menutupi aurat kita….

mengapa pula kita membatasi dalam berdzikir kepada Alloh ta’ala….

mengapa pula kita dengan keras kepala hanya mengatakan bahwa membaca subhanalloh itu hanya 33 kali saja sunnahnya?….

aneh ya kok masih banyak orang yang belum paham, dan mengalahkan ayat Al Qur’an dengan hadist…

padahal sudah jelas di dalam al Qur’an kita diharapkan/ diperintahkan untuk dzikir sebanyak-banyaknya….. tidak batasi dan dikekang oleh tempat….

terus menerus harus berdzikir….

abdai hati, lisan dan ucapan kita adalah berdzikir kepada Alloh ta’ala..
2. Untuk perhiasan
3. Taqwa (ini adalah pakaian yang terbaik)— Bagaimanakah cara memperolehnya?

Note untuk nomer 2 dan 3, akan kita bahas kemudian ya… ?

^_^

Pakaian kita

Pakaian
Berdasarkan apa yang di turunkan oleh Allah ta’ala pakaian itu terbagi atas (7:26) :
1. Untuk menutupi aurat yang secara umum kecenderungan aurat itu akan terbuka pada saat (24:58) :
a. Sebelum shubuh
b. Tengah hari
c. Sesudah Isya
2. Untuk perhiasan
3. Taqwa (ini adalah pakaian yang terbaik)— Bagaimanakah cara memperolehnya?

Pakaianpun dapat di kelompokkan berdasarkan kegunaan haq-nya (16:81) yaitu :
1. Pakaian yang memelihara dari alam (cuaca panas/ dingin dsb)
2. Pakaian yang memelihara dari bahaya peperangan ( Hirzul Jausyan)

Sementara apabila dilihat dari hablum minan naas bahwa istri atau pasangan kita adalah pakaian kita (2:187) dan apabila kita tafakur alam dimensi waktu ternyata malam hari adalah sebagai pakaian untuk kehidupan akherat kelak (25:47 dan 78:10).

Apabila kita teledor dan lalai, terutama tidak mensyukri ni’mat Allah ta’ala maka pakaiannya adalah (16:112) :
1. Pakaian kelaparan
2. Pakaian ketakutan
Oleh karenanya kita juga diperintahkan untuk selalu membersihkan dan menjaga pakaian kita sebagaimana yang dimaksud dalam 74:4, agar kita termasuk sebagai orang orang yang beriman dan bertaqwa karena akibat dari perbuatan baik adalah kita akan mendapatkan pakaian ahli syurga di syurga kelak adalah (18:31, 22:23, 35:33 dan 76 :12) :
1. Sutera halus (berwarna hijau, 18:31)
2. Sutera tebal ( tidak disebutkan warnanya)
Kekufuran dan musyrik (yang terjadi karena bertengkarmengenai Rabb mereka) kita dipakaikan pakaian neraka (audzubillaahi min dzaliik) (14: 50 dan 22:19) :
1. Terbuat dari ter (pelangkin)
2. Api neraka

BAB II RUKUN ISLAM

BAB II
RUKUN ISLAM

A. Nama Islam
Pengertian “Islam” berdasarkan keterangan hadits adalah:
اِرْحَمُوا مَنْ فىِ الاَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فىِ السَّمَآءِ
“Al islaamu man sallimal muslimuna bi lisaanihii wa yadihii”
“Yang dinamakan dengan Islam itu adalah orang yang saling menyelamatkan dengan sesamanya baik dengan lisannya maupun dengan tangannya”.
Firman Alloh taala di dalam surat Al Balad ayat 17:

“Wa tawaashou bish shobri wa tawaashou bil marhamah”
“Dan saling nasihat-menasihatilah kamu sekalian (kaum Islam) dalam hal kesabaran dan saling bernasihat untuk saling mengasihi, hormat dengan sesama mahluk.
Firman Alloh taala :

“Wa quuluu qoulan-layiina”
“Kamu sekalian (kaum Islam) berbicaralah dengan perka taan yang lemah lembut, baik budi pekerti terhadap sesama manusia”
Firman Alloh taala di dalam surat Al Hujurot ayat 10 :

“Fa ashlihuu baina akhowaikum”
“Wahai kaum Islam berbuat kebaikan repeh-rapih di antara saudaramu sekalian, seperti yang miskin dengan yang kaya”
Keterangan Hadits :

“Irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fissamaa-i”
“Saling mengasihilah Kamu (kaum Islam) terhadap orang yang berada di muka bumi, maka kelak akan membalas mengasihi orang yang berada di seluruh langit (begitulah kelakuan kaum Islam). (HR Tabroni)

Moal Caangna dina ibadah

MOAL CAANGNA DINA IBADAH

Dawuhan Hikam :

Kumaha caangna dina ati sedeng gambaran makhluk dicapkeun dina ka
cana ati atuh ati teh lalajo gambar”.

“Kumaha bisana wushul ka Alloh Ta’ala sedeng dirina eta diborogod ku
hawa nafsuna”.

“Atuh kumaha make hayangna si jalma asup kana Musyahadah ka Alloh Taa’ala sedeng ari maranehannana eta henteu beberesih tina hadas pokok manehna eta reged ku sagala kokotor”.

“Atuh kumaha make ngarepkeun eta si jalma kana maham lebetna rusiah
ka marifatan sedeng manehna henteu tobat tina kasalahan”.
Dawuhan dina surat Al Maidah ayat 51 :

“Saenyana Alloh Ta’ala moal nuduhkeun kana jalan bener ka jalma anu
sok nganiaya”.

Dawuhan Hikam :

“Ari asalna eta dosa jeung pohona ka Alloh Ta’ala jeung nurut kana hawa nafsuna teh nyaeta ngajurug kana kahayang hawa nafsuna”.