Kalimah Madumun syarfiyun No. 20

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Ini Kalimah Madumun syarfiyun yang nomor 20….
Selamat mengamalkan…

Madumun syarfiyun No 20

Madumun syarfiyun No 20

Mengenai kalimah pokok,…

Mengenai kalimah pokok,…
disbut pokok atau utama karena dengan kalimah pokok ini (misalnya kita hanya memahami dan mengerti serta mengamalkan kalimah pokok ini saja) insya Alloh kita yakin bisa salamat dari dunia hingga akhirat dan mendapatkan ridho Alloh ta’ala berdasarkan keterangan Al qur’an tentunya.

Bila kita misalkan kita ambil kalimah pokok dengan komposisi A (maaf tolong lihat blog saya tentang kalimah pokok)
Pertama susunannya adalah Basmallaah (Bismillaahir rohmaanir rohiim)…
kita kupas satu persatu …
Pertama : ayatnya sudah benarkah kita mengucapkan ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim’
Kedua : apa makna atau arti dari Kalimah Basmallaah tersebut… (tolong lihat lagi blog saya tentang Tafsir Bismillaahir rohmaanir rohiim… yang berdasarkan tulisan asli Mama H. Amilin yang kita sayangi…).
-1– tolong renungi mengapa kok agak berbeda dengan umum
-2– tolong analisa SWOT-nya (kaya managemen aja ya… ^_^) antara pemahaman umum dengan kita
-3– perhatikan detail pemilihan kata-kata oleh Mama Amilin, dan coba pahami mengapa satu kata-pun sangat diperhatikan oleh Mama
-4– coba perhatikan hadist yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang tidak menggunakan kalimah Bismillaahir rohmaanir rohiim adalah terputus… lalu renungi benar tidak terputus kalau tidak menggunakan basmallaah.
-5– pahami bahwa segala sesuatu ada inti-nya… inti dari Al Qur’an itu apa? lalu bila dikatakan bahwa Al Qur’an terkumpul dalam makna Basmallaah bagaimanakah caranya? apakah cukup hanya dengan pemahaman yang secara umum?…… apakah ini sudah memperkuat bahwa arti yang dipergunakan adalah seperti yang dijelaskan oleh Mama bukan oleh umum?? bila belum… renungi lagi dan musyawaroh (dengan senang hati telpon juga tidak apa-apa)…. akan tetapi bila sudah paham… tingkatkan lagi kepada
-6– apa bukti dari pemahaman kalimah basmallaah sehingga di sebut kalimah pokok?
-7– sebagai test untuk uji keyakinan akan iman dan islam anggap saja Kang yuruso meninggal saat ini juga… dengan pemahaman Basmallaah yang sekarang Akang pahami… apakah Akang sudah berani dan yakin tidak sesat dan nyasar?…. apa buktinya…
bila Akang yakin Alhamdulillaah… tapi bila belum, wajib hukumnya segera musyawaroh dan belajar…. (^_^)
maaf ya agak saklek… tapi gimana lagi dari pada celaka di akherat…

Ketiga : Tahap pembuktian… segala sesuatu harus ada buktinya dan ada kenyataannya berdasarkan keterangan yang nyata (‘hukum bukti’ yang tentu saja berdasarkan Al Qur’an……… dimana masing-masing bukti mempunyai dasar hukum yang kuat dan nyata bukti)

maaf ya…. pegel nih ngetiknya…
istirahat dulu ya…
silahkan dipergunakan langkah-langkah diatas untuk meningkatkan kadar iman islam kita dalam beribadah dengan sebenar-benar ibadah kepada Alloh ta’ala.

oh iya dalam kitab wasiat Mama H. Amilin, ada panduan mencari guru…
saya lupa nomer berapa …..

selamat mengarungi samudra pemahaman Bismillaahir rohmaanir rohiim…

Ingatlah telah banyak Nabi, Rosul para sholihin, para auliya dan sahabat yang telah dimulyakan oleh qudrot irodatnya Alloh ta’ala melalui pemahaman Bismillaahir rohmaanir rohiim…..

tidakkah kita tertarik untuk memahaminya juga??

mari kita belajar bersama….

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

ILMU

ILMU
‘al ilmu nuurun’
H : ilmu itu bercahaya, yaitu yang cahayanya menerangi lahir hingga batin
JAdi dengan adanya ‘terang’ ‘caang’ segala sesuatu akan terlihat jelas, segala sesuatu akan tersingkap rahasia-nya…

Isi-nya ilmu :
Al ilmu naafii’un, huwal ladzii fish shuduuri syai’an
H : Yang namanya ilmu itu dapat melapangkan/membuka/’menjembarkeun’ diri.

jadi apabila kita mempelajari ilmu ternyata ilmu itu belum dapat ‘ngajembarkeun hate’…. ya… sebaiknya kita kaji lagi sudah benarkah ilmunya… ataukan sudah sampai inti-nya itu ilmu…

ilmu itu bukan hanya hak di propesor atau di orang-orang pinter akan tetapi bisa tumerap pada setiap diri yang dapat merasakan diri-nya menjadi ‘jembar’/lapang/nyaman…..
atau dimana keadaan kita menjadi nyaman / tenang/ ‘muthmainnah’ setelah mempelajari suatu ilmu maka dapat dikatakan bahwa ilmu itu sudah ‘larap’ / menyatu…..
(tolong di ‘loading’ ilmu ‘iman’ dan ‘islam’…. mangga diraksa ku nyalira naha parantos larap atanapi nuju ngalarapkeun atanapi parantos larap)…
bila belum larap agar ditingkatkan usaha untuk memahaminya…
bila nuju ngalarapkeun jangan pernah berhenti hingga berhasil…
bila sudah larap… istiqomah-lah..

Syarat nyiar ilmu
Syaratnya nyiar ilmu / mencari ilmu itu ada 6 perkara :
1. Dakaaa’in
hartosna Cerdas
2. Wa Hirsyin
hartosna Kataji, kabita, hayang, ingin akan suatu ilmu, tidak dalam keadaan terpaksa melainkan dengan keikhlasan hati.
3. Wa jihaadin
hartosna semangat, bersungguh-sungguh, tidak mudah bosen dan tidak gampang putus asa…. (masak belajar iman sama islam putus asa ya… ^_^). Prinsip dimana tekun rajin pasti ada hasilnya…
4. Wa Bulyaatin
hartosna loba bekel (cukup bekalnya)… bekal yang termasuk utama dalam menjalankan ilmu adalah
a. Sabar
b.Tawakal
c. Pasrah
d. ikhlas
5. Wa Irsyaadin wa istaadin
hartosna kudu ka guru anu ngarti, maham kana hukum-hukum Al Qur’an anu nyata, anu sasuai sareng hukum-hukumNa Al Qur’an.
Jadi laku lampahna eta guru teh sasuai sareng anu di carioskeun ku Al Qur’an
6. walituz zamaani
hartosna kudu panjang waktu, jangan dibatasi waktunya (masak belajar iman islam dari dunia hingga akhirat dibatas-batas waktunya.

JAdi tegesna hasil dari ilmu ini harus ‘Ijaabun’ hartosna kudu ngadatangkeun pangartian, tiasa ngajembarkeun, manfaat…..

terutama manfaat dari dunia hingga akherat…..

manfaat dalam meningkatkan kadar dalam beribadah kepada Alloh ta’ala