Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh
Ini Foto Mama Amilin atau Mama Haji Amilin atau Mama KH Amilin

Mama H. Amilin
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh
Ini Foto Mama Amilin atau Mama Haji Amilin atau Mama KH Amilin

Mama H. Amilin
16 Februari 2009 pukul 10:52 am
Salam ‘alaik Ya Mama ‘Amilin Syekh Abdul Jabbar
Semoga rahmat Allah dan keridhoan-Nya senantiasa tercurah untukmu
Allahummagfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu ‘anhu. Amin …
17 Februari 2009 pukul 12:37 am
Assalamu ‘alaika yaa Mama Amilin Syaikh Abdul Jabbar alaa jamii’il muslimiina wal muslimaati warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh wa fadlillaah abaadan abaadan
20 April 2009 pukul 6:04 am
alhamdulilah photo mama sudah ada di internt blhkah sy tahu alamat email anda tks
20 April 2009 pukul 8:11 am
Subhanallah…Beliau adalah suri tauladan bagi kita yg mengetahui kepribadian dan ajarannya dan beliau mencontoh dari Rasulullah Saw.
20 April 2009 pukul 12:55 pm
ass wrwb
bismillahirohmanirohim
hatur nuhun buat kang andi klo bisa photo pak husain jayadilaga pami gaduh mah
24 April 2009 pukul 11:12 am
klo kita membawa nama besar mama .kita harus waspada jangan sampai terjebak dan terbelenggunya pola pikir karena belum tentu penafsiran yang kita berikan sesuai dengan yang mama maksud.kasihan nama besarnya kalau sampai begitu
20 Mei 2009 pukul 1:59 am
Assalamu ‘alaikum.
Salam kenal dari saya ( pengagum mama H. Amilin ).
Latief
30 Mei 2009 pukul 2:23 am
wa alaikum salaam
Terimakasih Kang Latief,
mari kita sama sama belajar Islam dengan meningkatkan Iman kita kepada Alloh ta’ala….
13 Juli 2009 pukul 10:34 am
Tsumma ila syaikhunal hajj Amilin Alfatikhah….
(Ikhwan Perguruan Al-Hikmah)
15 Agustus 2009 pukul 1:52 pm
Alhamdulillah..kang gaduh lambang burung Garuda..(fotona) hatur nuhun…salam kenal abdi..wahyu
30 Agustus 2009 pukul 5:33 pm
salam silaturrahmi di bln ramadhan ini smoga kita bahagia dunia akhirat.
6 September 2009 pukul 2:21 am
sayang cuma kalo ada fotonya saja, tolong kalau ada yg punya karyanya dan kitab pegangannya,boleh tanya nama kecil beliau, sy belajar dari salah satu murid beliau dijakarta
8 September 2009 pukul 3:58 pm
Silahkan lihat kembali di awal-awal tulisan blog ini…. yang saya upload adalah asli dari Beliau…
7 September 2009 pukul 12:25 pm
Alhamdulillah ilmu Mama banyak penerusnya…
Tetapi yang saya ketahui dan berdasarkan pengalaman pribadi selama saya
mempelajari Ilmu ini jarang sekali yang mengikuti Jejak Beliau dikarenakan inti ilmu beliau adalah Thasawuf..dan kebanyakan para penerusnya memilih Keduniaan drpd Keahkiratan…
Trims..
Wasalam wong Cerbon…
8 September 2009 pukul 3:56 pm
Salaaman salaaman
Terima kasih atas komentarnya Kang…
Saya juga ‘menduga’ kearah sana… hanya saja tidak punya data statistik yang akurat
yang jelas sudah banyak yang bersembunyi pada saat mestinya saling menyelamatkan…
Salam juga
9 September 2009 pukul 12:08 pm
klo menurut saya sebagian dari data yang ada, sistem pengajaran dan pembelajaran konsep Abdul jabbar… adalah konsep ketuhanan ( ma’rifatullah..) sedangkan para penerusnya lebih memilih keduniawian..Hakekatnya kita sebagai penerus harus bisa dan mencontohkannya seperti Mama sepuh..terutama dalam pembedahan ajarannya. contoh: Moh.Abdul syakur (mama mpuy / Aki) dan Eyang Sasmita..mereka adalah Asli penerus dari Mama sepuh yang mengajarkan muridnya konsep ketuhanan..
tapi sekarang…setelah ditinggal beliau ko jauh dari konsep tsb..???
mengapa demikian..???
apakah sorang Abdul jabbar seperti itu..???
wasalam…wong cerbon
8 September 2009 pukul 12:07 pm
mohon sya ingin tau stlh mama meninggalkan dunia siapa penerusnya??
n siapa yang menerima wasit dari mama atau pewaris yang memegang kitab merah….?
mohon di jawab, terima kasih.
8 September 2009 pukul 3:54 pm
Salaaman salaaman
Saya kira Akang Trisno bisa lihat topik tentang tulisan asli Mama Amilin…
dan bukan hanya itu…
Pewarisnya?
Pewarisnya adalah orang-orang yang selaras dalam menjalankan Iman dan Islam…
tiada bertentangan dengan Al Qur’an sedikit juapun….
Sama-sama terimakasih
23 September 2009 pukul 3:29 am
saya paham karena disini ada kesamaan tentang hawarik.
1. ada hawarik akper jabar
sekarang siapa yang pegang hawarik akhlak?
karena rasa ingin mengejar, walaupun saya sudah mendapatkan. tolong kita menjaga persatuan dan kesatuan ini agar di negara tetap damai.
dari kang trisno depok. telp: 021-77205915
terima kasih, mohon di balas
13 September 2009 pukul 5:02 pm
Saya rasa Kang FF, Masih banyak penerus Mama tersayang sekarang ini yg tidak memikirkan dunia malahan menerangi dunia dgn ketawaduannya. Masalahnya penerus Mama itu tersebar dimana-mana nyumput dina caang sepintas kalau dilihat secara fisik kelihatan tdk ahli agama. Saya bersyukur masih melihat kehidupan murid Mama generasi pertama Eyang Empuy(Muhammad Syakur bin Mad Sari) dan adiknya Aki Itang (Itang Wirya bin Mad Sari). Terima kasih Mama yg telah memberikan tauladan lewat kakek-kakek tercinta.
11 Oktober 2009 pukul 6:08 am
Salam ‘alaik Ya Mama ‘Amilin Syekh Abdul Jabbar
Semoga rahmat Allah dan keridhoan-Nya senantiasa tercurah,……..Alhamdulillah..amin….mang lambang burung Garuda..(fotona) belum di naikkan ( dikibarkan )
sayang mang cuma kalo ada fotonya saja mama, sy belajar dari salah satu murid beliau di Teluk Gong dan cengkareng dijakarta
Balas
27 Oktober 2009 pukul 8:55 am
terimaksih banyak, hatur nuhun pisan aku dari palembang,dapat photo ABAH HAJI AMILIN.