Bagaimanakah Tata Cara Menanam Kalimah ?

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Begitu banyak pertanyaan tata cara menanam Kalimah MAdumun Syarfiyun… tergantung Kalimahnya…tergantung waktunya dan juga tergantung tempatnya…. 

yang jelas sih semua itu tergantung dari izinNya Alloh ta’ala semata….

setelah dipikir-pikir… ditimbang timbang… trus tanya sama Mama….

ya bagus-an dijelasin aja deh dari pada bingung ya… walaupun ada variasi dari berbagai palaputra Mama…. setidaknya ada satu acuan yang dapat dipergunakan….

PERTAMA

Semua harus lillaahi ta’ala semata, baca karena menurut Perintah Alloh ta’ala semata ya…

Baca Kalimah Pokok (lihat tulian Kalimah Pokok ya…) (misalkan dipilih Bagian A, B, C, D dan E)

Kemudian baca KAlimah yang hendak di tanam… Misalkan Kalimah Madumun Syarfiyun No 4…

(ingatnya baca sebanyak 13x, atau 21x, atau 41x atau 101x atau 1001x atau 4001x)…. saran saya sih yang waktunya memadai tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang adalah baca sebanyak 101x ya…

101 kali baca kalimah Madumun syarfiyun no 4…

Kemudian disuprihkan…

 

Lakukan minimal 7 hari / seminggu atau boleh lebih tergantung pebimbing kita atau tergantung tugas ya….

 

TEMPAT……….

Dimana dong tempatnya ???

dimana aza tempat milik Alloh ta’ala, hanya saja akan lebih menyenangkan dan lebih khusyu apabila di baca ditempat yang bersih, nyaman dan dapat mengundang ke khusyu-an…

Tempat bersih dan bagus kan enak ya…?

 

WAKTU-nye KAPAN BOSSS??/

Lha ini dia termasuk rusiah menanam Kalimah…

KAlo nanem pohon sih enakan siang-siang ya…

KAlo Kalimah sih biasanya ditanam malam hari… (kebalikann ya??)

malah banyak orang sholeh menanamnya tengah malam atau setelah melakukan sholat tahajjud…..

silahkan saja tinggal dipilih… dipilih mana yang baik buat kita…. INGAT jangan RIYA ya…. mentang-mentang namam kalimahnya selesai sholat tahajjud terus menganggap kalimahnya lebih baik dari pada yang ditanam pada waktu lainnya……..DONT DO THAT BRO………….

INGAAAAAAAAAAAAAAAAT YAAAAA HARUUUUUUUUUS IKHLAAAAAAAAAAAAAAAAAS IKHLAAAAAAAAAAAAAS

IKHLAAAAAAAAAAAAAS semua itu hanya

LILAAHI TA’ALA…

Kalimah Madumun Syarfiyun No. 4

Kalimah Madumun Syarfiyun Nomor 4

Kalimah Madumun Syarfiyun Nomor 4

Hirzul Jausan Kabir, Syarah Jausan

Halaman Pertama Hirzul Jausyan

Halaman Pertama Hirzul Jausyan

Halaman 2 hirzul Jausyan

Halaman 2 hirzul Jausyan

Ini Contoh Hirzul Jausyan

Hirzul Jausyan Kabiir No.1

Hirzul Jausyan Kabiir No.1

Ditulis dalam 1366. 6 Komentar »

NAFAS juga milik Alloh ta’ala lohh…

Salaaman salaaman

Bismillaahir rohmaanir rohiim
Eiiiiiiiiiiiit bukan separuh napas-nya Dewa19 ya…. dan bukan nafas yang separuh paruh ya… jauh itu mah laiin-laiiiin… mudah mudahan dengan pembahasan tentang nafas ini yang kita lakukan sadar ataupun tidak sadar, mau nggak mau kalo yang namanya masih idup mah pasti napas ye….

NAFAS…..
tarik nafaasssss buang nafaasss
lagi
tarik nafaasssss buang nafaasss
lagi
tarik nafaasssss buang nafaasss

hayo tiga kali tarik dan keluar nafas tadi bagaimana kondisinya???
adakah dzikir terucap??
adakah syukur terasa??

ataukah
malah ma’siyat dan khiyanat terlintas??

aYO jujurlah pada diri sendiri ya….

Yuuu…. kita katagorikan dengan lengkap… yuu mari

Setiap nafas manusia itu sudah dipastikan oleh Alloh ta’ala. Ada keluar masuk nafas yang diringi dengan perbuatan Tho’at kepada Alloh ta’ala dan ada pula
keluar masuknya nafas malah dipergunakan ma’siyat kepada Alloh ta’ala….
Keluar masuknya nafas ada yang bala’i/musibah ada pula yang ni’mat.

Jadi hasil dari ‘aktivitas’ nafas itu juga ada 4 yaitu :
1. Nafas yang membawa tho’at : Ibadah yang disertai berbakti juga takwa
2. NAfas yang membawa ni’mat : ….thu dong apa mosok harus dicontohin juga he..he…
3. Nafas yang membawa kepada ma’siyat : MELAMUN !!!! hati hatinya jangan melamun… jangan melamun jadi Presiden RI ya…. ^_^
4. NAfas yang membawa bala’i/musibah yaitu menuruti hawa nafsu kepada kejahatan dan durhaka….

Nah dimanakah kondisie kita sekarang???…

Mudah-mudahan dalam kondisi tho’at kepada Alloh ta’ala ya… dan dalam kondisi ni’mat tentunya…

Amiiin amiin amiiin yaa robbal ‘alaamiin.

4 Skenario… BERSYUKURLAH, Ngambil dari e-mail Eva

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong
tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk
menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari
handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone
kita sambil berkata, “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.”
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita
menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun
dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia
mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita. “Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba
bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan
handphone itu kembali kepada kita. Orang yang menemukan handphone kita berkata, “Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun
berikut dan menemui “orang baik” tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya
akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua
bukan? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun
dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita
mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
“Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. ” SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.
Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam
handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan
ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun
dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada keanehan di sini…….
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling
baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara
empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita
menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita
tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling
besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus,
tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan
banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap
skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum
sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena
saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang
mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari
kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama
kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone
kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang
yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai
handphone yang kita miliki.

Kesimpulan
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah,
kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman
kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah
hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki apa yang ada, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah
lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar…..

Selamat mengamalkan bersyukur bersama-sama… SYUKURLAH KEPADA ALLOH Ta’ala

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

IMAN

Apakah IMAN itu???

IMAN adalah RUKUN IMAN yang 6 itu….
IIIHHH itu RUKUN-nya….. ini IMAN itu apa ya…

Katanya sih “percaya”……
Hampir bener…. apa coba…..
Nah loh….

IMAN singkat katanya adalah
1. Diyakini dengan hati
2. Diucapkan dengan lisan
3. Dilakukan dengan Perbuatan…

Kaidah-kaidah Iman itu adalah :
1. YAKIN
2. SHOBAR
3. JIHAD
4. ADIL

Itulah sendi-sendi iman…. lalu yang harus di imani itu apa ya???
ya.. RUKUN IMAN
1. Beriman Kepada Alloh Ta’ala
2. Beriman Kepada Malaikat-malaikatNya Alloh Ta’ala
3. Beriman Kepada Kitab-Kitabnya Alloh Ta’ala
4. Beriman Kepada Kitab-KitabNya Alloh Ta’ala
5. Beriman kepada hari akhir
6. Beriman bahwa segala sesuatu yang baik dan buruk adalah milik Alloh Ta’ala

IIIIHHHHHHH MANA definisi IMAN-nyeee???
………….
Ups…. belum selesai ya…
IMAN tersusun berdasarkan bahasa bahasa Arabnya adalah :
ALIF MIIM dan NUN….

he..he… ternyata sebaiknya jelasin dulu rahasia huruf ya biar mantaf….

kalau gitu kita pending dulu deh ya….

Ternyata yang namanya iman itu adalah benar, tidak ada “konselting” antara ucapan, tindakan dan niat-nya dalam beribadah kepada Alloh….. bagaimana caranya agar kita menjalankan amanat Alloh sehingga mengakibatkan kita dipercaya oleh KAgungan kita…yang akhirnya harus membuat hati  kita tenang… mosok ada orang yang ngakunya beriman tapi hatinye kagak tenang …mustahil ya…
gimana atuh kalo masih nggak tenang aja padahal sudah iman????

Bagusnya sih segera menghisab diri sudah benarkan iman kita??? lihat apakan kita sudah memenuhi Rukun-rukunnya? Periksa lagi bagaimana dengan kaidah-kaidah Iman?… masak kita beriman masih “katanya”…. sebaiknya  sih jangan “katanya” lagi ya … tapi ini bertahaplah gpp…

LAlu periksa ucap lampah tekad kita apa sudah sesuai dan konsisten nggak?

HANYA saja yang agak deg-deg-an adalah pada saat kita mengatakan kita beriman…… eh di Al Qur’an dikatakan …apakah kamu mengatakan beriman lalu tidak kami uji????….. deg deg an deh….

secara garis besar sih ane dapet bocorannya… yakni ujiannye sih :

1. ujian tahta, kedudukan, pangkat, jabatan, dsb

2. ujian harta, kekayaan, mobil, rumah, dsb

3, ujian wanita, keluarga, teman dsb ……… (ssttt katanya sih bisa lebih cakep dari Luna Maya looh… ck ck ck, Asmirandah, Tyas lewaaaat, Dessy Ratnasari sudah belok ditikungan he..he… sorry jadi kemane-mane…^_^)

mudah mudahan selamet semua ya lolos ujian…… amiin amiin amiin

…. yaaa mudah mudahan saja bermanfaat ya…

Insya Alloh di lanjutin …upami pareng, upami hanteu aya pamengan.

Ditulis dalam 1366. Leave a Comment »

PUSAT BUMI (tempat), KIBLAT (arah)

Seperti kita ketahui bersama, Ilmu Geologi modern berhasil mengungkap fakta ilmiah bahwa terdapat banyak lempengan berdempetan di bumi ini, diantaranya adalah lempengan Eropa-Asia, lempengan Afrika, lempengan Arab, lempengan Indo-Australia, lempengan Amerika Utara, lempengan Samudra Pasifik dll.

Lempengan-lempengan tersebut bergerak secara terus menerus. Gerakannya lambat, sehingga mata tidak bisa memantaunya secara langsung. Fakta yang mencengangkan (Belum dipublikasikan oleh studi-studi asing) adalah bahwa ternyata lempengan Arab menjadi poros tengah dari lempengan-lempengan bumi lainnya, karena lempengan-lempengan lain tersebut mengitari lempengan Arab dari segala penjuru. Kemanapun lempengan Arab menghadap, maka semua lempengan yang mengitarinya akan mengikuti untuk berputar disekitarnya dengan putaran yang teratur.
Mekah sendiri terletak ditengah lempengan Arab. Dengan demikian maka kita akan menemukan fakta bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini menghadap ke arah Mekah.

Dikarenakan segala sesuatu menghadap ke arah Mekah, sedang titik pusat kota Mekah adalah Ka’bah, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Ka’bah merupakan pusat bumi. Segala benda yang ada di dalam bumi, di permukaannya, dan diatasnya, semuanya mengarah ke Ka’bah, dalam keadaan bersujud dan tunduk di hadapan-Nya.

Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan cahaya ilmu pengetahuan…
(Ref : Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis, buku 8 : Kemukjizatan Penciptaan Bumi, hal 113-126)

Ditulis dalam 1366. 3 Komentar »

Hikam Nomor Urut 1

“Min aalamati imtimaadi ‘alal ‘amali nuqshoo nu rojaa ‘a ‘indal wujuudi jalali”

Pada saat berkurangnya harapan kepada Rohmat Nya Alloh ta’ala disaat terbuktinya suatu kesalahan yang telah dilakukan, itu adalah sebagian dari ciri bergantungnya kepada amal.

Orang-orang yang lalai dan bodoh itu sering bergantung kepada amal, contohnya adalah seperti kepada amal-amalan, kana pangkat, kana dunya, kana kalimah dan lain sebaginya.

Hal tersebut diatas adalah sifat-sifat orang yang benar benar terlihat kedodohannya.

Sementara orang-orang arif hanya berharap kepada Alloh ta’ala saja, merasa dirinya tidak mempunyai apa-apa, sumerah diri, pasrah kepada Alloh ta’ala. Maka dimana jalmi arifin dina kondisi salah atawa to’at maka orang arif itu melihat ini semua adalah kehendakNya Alloh ta’ala, serta terus menerus menetapkan hatinya untuk tetap taat dan berbakti kepada Alloh ta’ala. Orang arif tersebut tidak melihat kepada kekuatan dirinya. Semuanya adalah kehendakNya Alloh ta’ala semata.

WAHASBUNALLOHI WANI’MAL WAKIIL

Jadi cukup hanya kepada Alloh ta’ala dan cukup hanya kepada Alloh ta’ala saja tawakal, jeung dirina nepi-hingga tidak merasa memiliki daya dan upaya melainkan hanya dengan pertolongan Alloh ta’ala sahaja.

(ssst ini baru 1/3 kurang ya… samburnya ntar-ntar lagi ya…)

Ditulis dalam HIKaM. Leave a Comment »

Kok bukannya dimulai dari Rahasia huruf ALIF siiiiiiiiih?????

lumayan juga sih bukan dari huruf ALiF dulu….
kebetulan pas lagi survey kemana-mana banyak yang yang make jurus ALiF….
Silat ALIF dsb dsb…
memang ada sih…he..he….

aku takutnya salah paham….. biar dari Kho dulu azza deh ya… yang penting lillaaahi ta’ala…he…he…

Peace for all muttaqiiin…. V

Rahasia Huruf yang ke 7 yaitu Huruf Kho

Huruf Kho

Panjangannya adalah Khomisaatin atau khomisaati.

Yang berarti 5 Urusan atau 5 hal
Kelima urusan itu adalah :

1. Urusan Dunia.
Urusan dunia atau pekerjaan didunia ini pada hakekatnya adalah ibadah. kenapa ibadah? karena ibadah itu hakekatnya ada dua ibadah yaitu : ibadahnya orang-orang yang tho’at dan ibadahnya orang-orang yang tidak tho’at. Apapun urusan dunia yang kita lakukan pasti akan membawa konsekuensi hingga akhirat kelak.

و ما خلقت الحن و الانس الا ليعبدون

2. Urusan Akherat
…. urusan pembalasan dan pembuktian atas segala sesuatu yang dikerjakan selama di dunia.

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

QS Al Zalzalah ayat 7 dan 8
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.”
Juga ada hubungannya dengan Kalimah Madumun Syarfiyun No 41.

3. Urusan Baliyyah
…. adalah segala sesuatu urusan yang akan kita tinggallkan, cirinya urusan ini adalah tidak kekal hingga akhirat. oleh karena itu hendaknya kita tidak tertipu dengan urusan-urusan yang sementara dan tidak kekal, tetap waspada akan urusan tersebut akan tetapi tidak boleh terlarut di dalamnya.

4. Urusan Kamilaah.
….urusan atau masalah “rasa”… bagaimana rasanya pada saat baca kalimah, atau bagaimana rasanya pada saat taat kepada alloh, bagaimana rasanya pada saat kufur kepada Alloh, bagaimanakah rasanya pada saat sholat khusyu atau tidak khusyu… bagaimana kadarnya dlsb.
Urusan ini bersifat langgeng atau abadi.

5. Urusan Nuroniyyah
….Urusan yang merasakannya perasaan. Atau ‘Rasa’ itu siapakah yang merasakannya? (contoh yang paliiing sederhana yaaa..? pada saat kita tahu rasa gula itu manis siapakah yang merasakannya bahwa manisnya gulaitu terasa? )….atau pada saat baca kalimah sholat itu membuat hati tenang…. siapakah yang ‘hakekatnya merasakan rasa tenag itu???….. rada nanjak ya… sorry ya …mau ngak mau deeeehhhhhhh …. yang penting belajar aja yang semangat ya… siapa tahu suatu saat tercapai…
Dzat atau hakekat sebenarnya dari kita yang benar-benar akan merasakan akibat segal perbuatan kita…. dia-lah (dianya pakai hurup kecil looh bukan hurup besar… ingat ya..)
urusan yang terakhir ini juga akan langgeng abadi selamanya.

He..he.. sekedar membangkitkan pemahaman… sudahkah kita kenal ruh-hayyat-baliyyah – kamilah-nuroniyyah kita.
(upss ingetin azza jangan lupa untuk kita bahas ya…)

Kalau kita benar-benar waspada akan kelima urusan tersebut diatas dan sesuai dengan AlQur’an, maka pantas-lah kita disebut hamba atau abdi yang gagah perkasa….. ya iyyyaaaalaah…..
kenape?….
yaaa segala urusan dari dunia hingga akherat serta yang abadi aja dikuasai … apalagi urusan yang citel-citel gicuuu loh…
(urusan citel ingin kaya, ingin bisa menghilang, ingin bisa terbang atau ingin kebal senjata dsb dsb…. citeeeelllllll >…. karena urusan itu hanya terbatas di dunia saja tidak termasuk urusan yang langgeng….
cakepnya sih kalo ada ilmu yang kebal api neraka…. nah itu pantes di kejar dan dipelajari… ilmu anti siksaan neraka… itu juga cakep dan pantes diajari…. kalau perlu sih ilmu ’silat’ buat ngalahin malaikat Malik dan Para Malaikat Zabbaniyyah (malikat penyiksa neraka), jadi dinerakanya mereka jadi anak buah kita hingga kita nggak disiksa… he..he.. nooh ilmu gitu bener-benar gagah… hayyo bernai nggak atau hayyo bisa nggak…..)
Jadi wajarkan bila berani disebut ilmu yang bisa itu semua adalah ilmu yang membuat ‘hamba Alloh anu gagah perkasa’ alias asma tea “abdul Jabbar”?

Mantapkan ilmu yang bias kita selamat dari dunia hingga akhirat???

gagah gagah gagah
cakep cakep cakep
Mau mau mau
? ? ?

maaf ya ada penerangan Al Qur’annya yang mestinya ditulis tapi aneh nih programnya lagi inpisible…. he..he… ngacir dia takut….

Assalau’alaikum yaa jami’il malaaikata wa ruuhi warohmatullohi wa barokatuhu….

 

No

Rukun Islam

5 Alam

5 Urusan

Diri Kita Sebenarnya

Ruh

Jasad

1

Membaca 2 Kalimah Syahadat

Alam Ruh

Urusan Dunia

Hayyat

2

Sholat

Alam Kandungan

Urusan Akherat

Baliyyah

3

Zakat

Alam Dunia

Urusan Baliyyah

Tamyiz

4

Puasa

Alam Barzah

Urusan Kamilah

Kamilah

5

Ibadah Hajji

Alam akhirat

Urusan Nuroniyyah

Nuroniyyah

Jadi pada dasarnya orang-orang yang telah memahami rahasia huruf ini , PASTI akan berhati-hati dan waspada akan 5 urusan diatas….

merencanakan 5 urusan dengan sebaik-baiknya dari dunia hingga akhirat… untuk mendapatkan Ridho Alloh ta’ala..

mari kita saling menasihati dalam hal meningkatkan kualitas kita beribadah kepada Alloh ta’ala agar mendapat Ridho-Nya…

Ilaahiiii anta maqsuudi wa ridhoka mathlubi……..