Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh
Ini Foto Mama Amilin atau Mama Haji Amilin atau Mama KH Amilin

Mama H. Amilin
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh
Ini Foto Mama Amilin atau Mama Haji Amilin atau Mama KH Amilin

Mama H. Amilin
Sepuluh sebab yang mnyebabkan seseorang Hamba atau Abdal katerapan Kesabaran, Kekuatan dan Ketegaran dalam menerima Ketentuan Alloh ta’ala dan dalam melaksanakan Ibadah :
1. Nurulloh yang membantu menghadapi ketentuan taqdir
2. Terbukanya pintu pemahaman yang membantu pemahaman dalam memahami hukum Alloh ta’ala
3. Karunia Alloh ta’ala yang membantu mereka menghadapi ujian
4. Kesadaran akan baiknya pilihan taqdir Alloh ta’ala sehingga mereka kuat
5. Ilmu pengetahuan bahwa selalu dalam Pengawasan Alloh ta’ala yang tidak pernah lengah
6. Tampaknya Keindahan Alloh ta’ala dalam setiap segala sesuatu
7. Pemahaman yang menyadarkan bahwa dengan bersabar adalah cara untuk mendapatkan Ridho Alloh ta’ala.
8. Tersingkapnya hijab yang membuat mereka menjadi sabar
9. Kesadaran akan adanya Rahasia ketentuanNya dan Taqdir-Nya yang menguatkan untuk memikul beban kewajiban
10. Kelembuatan dan Kebaikan-Nya Alloh ta’ala dalam setiap ketetapan-Nya serta Taqdir-Nya
Bismillaahir rohmaanir rohiim
1. Jinn
Jinn mempunyai akar kata yang berati ’sesuatu yang tersembunyi’ umunya dikatakan sebagai sosok mahluk yang tersembunyi dari pandangan manusia.
Berdasarkan syariah syar’i jin dikatakan sebagai sosok yang pintar, tidak terlihat diayakeun seblum manusia dan dibentuk dari api.
Berdasarkan keterangan Al Dzaariyaat 51:56
Aku tidak ngayakeun jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah pada-Ku
Jadi kesimpulan pertama : Jin itu Harus beribadah.
Kesimpulan kedua :
Mahluk yang beribadah itu hanya dua golongan :
1. Jin
2. Manusia
2. Iblis
Kata Iblis ini dipercaya oleh sebgian ulama berasal dari kata non-Arab. Ada juga yang berpendapat bahwa berasal dari kata ‘ablasa’ yang artinya putus asa atau diartikan sebgai patah hati dan bersedih. (akan tetapi dalam kenyataannya dia Arab sendiri kata ‘ablasa’ ini tidak dipergunakan dan tidak dapat diubah dan dianggap berasal dari kata asing.
Hal yang esensial dari Iblis ini adalah : Surat Al Kahfi 18 : 50
Dan ingatlah, ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, SUJUDLAH KEPADA ADAM… <disini jelas ya bahwa firman ini ditujukan kepada malaikat bukan kepada manusia atau-pun mahluk yang lain. Tidak ada mahluk lain melainkan hanya malaikat. Tidak mungkin al Qur’an tidak teliti karena lupa ada golongan lain yang diperintahkan untuk sujud.>….
Dari perintah ini ternyata ada dua opsi :
1. Golongan malaikat yang mentaati perintah untuk bersujud kepada Adam
2. Malaikat yang tidak mentaati perintah untuk bersujud.
…maka mereka bersujud kecuali Iblis…(Al Kahfi 18 : 50)
Pemahamannya adalah : bahwa Al Qur’an langsung memberikan predikat kepada malaikat yang tidak sujud kepada Adam dengan sebutan Iblis….
Dijelaskan juga bahwa Iblis ini dari golongan jin…. bukan manusia.
jadi berdasarkan Surat Al Dzaariyaat 51:56
Bila dikatan Iblis ini golongan Jin maka Iblis ini bertugas untuk beribadah kepada Alloh…….
Pertanyaannya ibadah macam apakah yang harus dilakukan oleh Iblis ini?…(ntar ya…..)
Iblis dikeluarkan dari golongan malaikat setelah berdasarkan surat Al Kahfi 18:50 yaitu pada saat ia memilih untuk beribadah kepada Alloh dengan tidak bersujud kepada Adam as….. JAdi pada saat peristiwa perintah bersujud ini dimulainya pembagian dua utusan yaitu utusan yang memerintahkan taat kepada Alloh ta’ala dan utusan yang menghalangi untuk taat kepada Alloh ta’ala.
3. Syaithan, Setan
Syaithan, setan berasal dari kata ’sesuatu yang sombong dan penentang’ dan biasanya kata syaitan ini diperluas lagi maknanya menjadi ‘Sesuatu yang sombong dan penentang baik itu dari kalangan manusia dan kalangan jin”..
nah dari arti kata saja dapat dipahami bahwa syaithan itu bisa manusia atau jin, untuk dari kalangan jin seperti yang telah dijelaskan diatas ’sang penentang disebut sebagai Iblis’
Setan, syaithan itu dapat berupa manusia atau jin berdasarkan ketrangan Surat Al An’am 6 : 112
….setan-syaithan dari jenis manusia dan jin, sebagian membisikan/ menasihati kepada sebagian yang lain….
Kesimpulan yang dapat diambil :
a. Jin adalah moyangnya Iblis
b. Iblis adalah dari golongan jin yang menjadi utusan untuk tidak taat pada perintah Alloh ta’ala.
c. Syaithan dapat berupa manusia atau jin…. yang berarti syaithan juga bisa berupa Iblis atau manusia.
d. Jin diwajibkan untuk beribadah
Bismillaahir rohmmaanir rohiim
Beberapa tahun kebelakang saya berusaha menjelaskan konsep ibadah pada anak-anak saya yang bernama Jibril Muhammad Irvan dan kakanya Aziza Ayu Nurjannah Siti Fatimah, ananda saat itu kalau nggak salah masih Taman Kanak-kanak dan bahkan Jibril belum sekolah.
Sebagai orang tua tentu ingin mengajarkan yang terbaik pada ananda, pertama dijelaskan konsep ibadah, amal sholeh yang sebaiknya dilakukan dan yang dilarang oleh Alloh ta’ala melalui al Qur’an dan hadist serta konsep diakhirat kelak yaitu syurga neraka….
pada saat menjelaskan proses Mizan atau timbangan untuk menentukan orang -orang manakah yang akan masuk syurga dan masuk neraka beserta amal-amal sholehnya, ananda Jibril sempat bertanya
” Bapak kalau batas (passing grade) amal sholeh untuk masuk syurga itu berapa ya?”
” Terus Pak juga batas (passing grade) amal buruk yang dapat menyebabkan masuk neraka itu berapa ya?”
Masyaa Alloh benar juga pikir ku dalam hati selama ini tidak pernah saya membaca di Al Qur’an batas minimal amal sholeh yang membuat kita layak menjadi penghuni syurga juga batas minimal amal keji yang minimal yang membuat kita layak menjadi ahli neraka…..
Tidak ada sama sekali yang mengatakan bila setelah sedekah sekian kali atau sholat sekian kali maka jadi ahli syurga… juga sebaliknya tidak pernah dikatakan bila telah melakukan sekian kali maka menjadi ahli neraka… tidak ada penjelasan seperti itu…… yang ada adalah konsep ‘khusnul khotimah’… atau ’su’ul khotimah’
Seperti juga perkataan sahabatku Dani Syarif Hidayat sesama yang belajar dari asma AJ ini yang mendapatkan cerita ini dari Mama H Ily:
“Mas… di akhir nanti tinggal kita pilih ‘mantan ustad yang sholeh’ atau ‘mantan penjahat yang bengis’?”
Bila mantan ustad yang sholeh berarti ia sudah tidak menjadi ustad lagi karena seringnya buruk sangka terhadap sesama muslim yang seharusnya adalah saudara Nabi Muhammad SAW… atau bahkan kelakuannya buruk atau bahkan menjadi musyrik karena tidak menggunakan Al Qur’an sebagai pegangan hidupnya….
Bila disebutkan mantan penjahat yang bengis berarti ia sudah tidak menjadi penjahat lagi, kelakukannya sudah menjadi sholeh dan banyak melakukan amal kebaikkan dan taat beribadah kepada Alloh ta’ala semata….
Nah loh….
kembali dengan cerita pertanyaan ananda Jibril saya mencari-cari bahkan dihadist-hadist Nabi SAW yang tercinta-pun tiada ditemui passing grade tersebut…..
Cukup mendalam pertanyaan anakku Jibril ini…. iya-ya mengapa kita tidak sadar atau kadang kita terbutakan oleh kuantitas atau oleh ganjaran suatu ibadah….tidak bisakah kita ikhlas beribadah hanya karena Alloh ta’ala…
Tapi kebanyakkan orang tidak sadar dan enggan membersihkan kekotoran pemahaman seperti ini bahwa beribadah karena pahala, beribadah karena ganjaran, beribadah karena menginginkan kegagahan atau kesaktian dsb…dsb… pada saat diingatkan oleh Alloh ta’ala untuk bebersih diri dan hati atau mensucikan jiwa raga serta baju (AL Mudatstsir ayat 4) kok pada malas… malah menganggap kita tidak begitu….
Yang ada juga orang-orang itu justru merasa rendah, kotor dan malu karena masih sering lalai dibandingkan dengan taat kepada Allohu ta’ala dan Rosul-Nya…
Juga dari pertanyaan anakku ini ternyata bukankan tidak pernah dikatakan yang membaca ayat ini atau dzikir ini atau amal sholeh ini sekian kali maka sudah layak menjadi ahli syurga?
lalu mengapa kita tidak melakukan itu semua dengan keikhlasan yang tinggi yang semat-mata dilakukan hanya karena menurut perintah Alloh ta’ala dan Rosul-Nya?
ah… terimakasih anak-anakku engkau telah menggunakan akalnya dan bersikap kritis dalam beribadah semoga selalu diridhoi Alloh subhanallohu wata’ala…berpegangteguhlah selalu kepada Al Qur’an anak-anaku dengan Qurot Irodat, Pertolongan, Rohmat serta Izin Alloh ta’ala anakk-anakku… amiin amiin amiin yaa robbal alamiin…
Robbi habli minash sholihiin
Robbi habli minash sholihiin
Robbi habli minash sholihiin
Bismillaahir rohmaanir rohiim….
Dasar Hukum Kifarot atau Kafarat
Kafarat adalah bentuk sighah mubalaghah dari kata Al Kufru yang berarti As Sitru (Penutup), yang dimaksud disini adalah segala bentuk pekerjaan yang dapat mengampuni dan menutup dosa sehingga tidak meninggalkan pengaruh atau meninggalkan bekas yang menyebabkan adanya sangsi di dunia hingga akhirat.
Kafarat dapat juga diartikan sebagai penebus, sebagai contoh apabila kita bersumpah atau tidak sesuai antara niat, ucapan dan tindakan dalam beribadah kepada Alloh ta’ala maka harus segera ditebus dengan memperbaikinya dan didenda.
Banyak pertanyaan mengenai apabila kita hendak menanam kalimah karena Alloh ta’ala mengapakah kita mesti kifarat? Bukankah kifarat diasosiasikan dengan penebus atau untuk menutupi kesalahan? Sementara kita kadang malah tidak sadar diri bahwa ‘mungkin’ kita salah…
Menurut saya ada baiknya apabila kita merenungi dan memahami Surat Al Mujaadilaah 58 :12
12. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah /syarat/ kifarot sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperolehnya maka sesungguhnya Allah Nu Kagungan Al Ghofuur Rohiim.
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah menerima tobatmu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Kata-kata kunci :
| No | Kifarat | Dasar Al Qur’an | Pengertian dan Penerapan |
| 1 | Definisi | Al Mujaadilah 58 :12 | Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh maka sesungguhnya Allah Nu Kagungan Pengampura sareng Nu Kagungan Ni’mat alit. |
Kata Kunci
Kedua Kunci diatas untuk kita adalah :
Lebih bersih |
|||
| Al Muddatstsir 74:4 | Sucikanlah Pakaianmu | ||
| Kata Kunci :
Sucikanlah, dibersihkan Pakaianmu sebagian berpendapat hati Pakaian dibersihkan dengan dicuci sedangkan hati dibersihkan dengan bersedekah atau kifarot dan bertaubat |
|||
| 2 | Tujuan | Agar Ibadah kita lebih baik dan lebih bersih semata-mata karena Lillaahi ta’ala semata. | |
| 3 | Wajib/Sunahkah? | Hendaklah = perintah = wajib
Kifarot merupakan hal yang Wajib |
|
| 4 | Dengan Apakah? | Al Maaidah 5:89 |
Bila tidak sanggup satu kejadian puasa 3 hari. Umumnya diringkaskan menjadi
|
| 4 | Tatacara/ Proses | ||
| 5 | Waktu/ Periode | Selama hidup | Selama hidup |
| 6 | Ijab Kabul dan Niat | Dilakukan hanya karena lillaahi ta’ala semata dan berdasarkan syariat Alloh ta’ala | |
| 7 | Pengumpul | Amilin :
Orang yang ‘Al Amin’ dan ‘Al Amal’ |
|
| 8 | Penerima | Delapan golongan / Asnaf | |
| 9 | Ciri diterimanya kifarat | Ikhlas dengan memberikan yang terbaik.
Ridha dan Mardhiah |
|
Bismillaahir rohmaanir rohiim…
Dawuhan Kanjeng NAbi Muhammad SAW…
Nun Gusti Alloh mugi nerapan pituduh Gusti ka kaum abdi, saenyana maranehanana hanteu terangeun.
Tah kitu kanjeng Nabi Muhammad SAW mah,…..
Doa yang indah yang ditulis Mama kita Tersayang H. Mama Amilin dalam kitab wasiat no 18.
Terus deui katerangan dina Wasiat anu diserat ku Mama nomor 10 :
Maraneh WAJIB nerangkeun kasawarehna jalma sakumaha perkara anu diwajibkeun ku Alloh ta’ala. Karana dawuhan Alloh ta’ala dina surat Al Hijr ayat 94 :
Fash da’ bimaa tu’mar
Ebrehkeun ku maneh kana perkara anu diparentah saperti hukum tina Qur’an
Teras dilanjutkeun kana surat Yasin ayat 17 :
wamaa alaika illal balaagul mubiinu..
Moal jadi kaberatan kamaneh dumeh hanteu dipercaya, anging maneh mah ngadatangkeun hukum-hukum anu pertela wungkul..
Sekadar saling mengingatkan dalam mempelajari sesuatu jangan lupa untuk memahami dasar hukum yang ada di dalam Al Qur’an…. seperti kifarot, panyuprihan… di hawa-an… di khawarikan dan lain sebagainya…
kalau nggak mau …. jangan dong masak belajar Al Qur’an kok nggak mau
kalau belum… … jangan menyerah ya….
kalau sepuh kita belum mengajarkan….. tolong ingatkan gpp kan? ^_^
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Keberaniah atau syaaja’ah, menjadi topik yang baik untuk dibahas dalam upaya kita meningkatkan kadar ibadah kita kepada Alloh ta’ala…
karena keberanian ini merupakan ciri dari bersih atau kotornya suatu jiwa….
Tapi pasti ada argumen keberanian yang bagaimanakah itu?
Tentu saja keberanian untuk melaksanakan secara sempurna dengan ucap, tindakan serta niat semua apa-apa yang menjadi kewajiban kita menurut hukum Al Qur’an….
Biasanya kadar keberanian seseorang itu terlihat dari kekuatannya, maksudnya adalah kekuatan :
1. Fikir
2. Dzikir
3. Nafs, syahwat
4. Serta pengendalian serta keselaransan seluruh aspek
Dahulu orang bilang …..
HIDUP ATAU MATI
BERANI MATI itu hebat……. itu dulu akan tetapi sekarang bukan hanya itu..
BERANI HIDUP juga nyata-nyatanya hebat….
tinggal tentukan kualitas hidup kita yang bagaimanakah yang kita kehendaki …
Tentu saja BERANIKAH kita hidup dengan mengamalkan secara sempurna IMAN ISLAM???
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Sungguh beruntung orang-orang yang membersihkan Jiwanya…..
dan
pastinya sungguh rugilah orang-orang yang mengotori jiwanya…
Jadi Jiwa itu sesuatu yang dapat kotor dan bersih…
Dengan apakah membersihkan jiwa itu?
Bagaimanakah indikator ‘kebersihan’ dari suatu jiwa itu?
dan bagaimanakan agar jiwa itu langgeng dalam keadaan bersih?
Ciri dari jiwa yang bersih adalah :
1. Mempunyai hikmah, hikmah tidak akan muncul tanpa ilmu dan pemahaman akan hukum Alloh ta’ala melalui Al Qur’an…
Jadi hikmah ini akan terlihat jelas pada saat ia mampu memahami hukum dengan baik dan mampu pula dengan santun untuk menerapkannya seluas-luasnya..
2. Sederhana dalam berbagai sikap…
umumnya jiwa kita akan kotor pada saat kita tidak bisa bersikap sederhana atau tidak merasa cukup dengan yang ada dan kurangnya rasa syukur dapat pula mengotori jiwa…
jadi dengan bersikap sederhana, merasa cukup dan dengan syukur termasuk ciri jiwa yang bersih
3. Keberanian….
tidak dapat disebut bersih jiwa seseorang apabila ia tidak berani mendobrak apa-apa yang dirasakan kurang dan tidak sesuai dengan hukum…
berani melaksanakan hukum al Qur’an dengan konsekkuen dan sempurna serta santun lagi bijaksana dalam menerapkannya…
4. Keadilan yang ditandai dengan tidak mengedepankan egoisme akan tetapi empati yang saling menyelamatkan untuk sama-sama taat kepada Alloh.
Pada saat belum dapat menerima konsep maka kita memilih untuk bersikap bijaksana dan santun agar tidak terjadi kekotoran pada jiwa kita….
Bila Al Qur’an sudah mengatakan Sungguh beruntung…..
lalu mengapakan kita tidak sabar dalam membersihkannya?
Marilah kita sama-sama membersihan jiwa kita hingga maut menghampiri..
Yth. Customer Support:
Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga lainnya.
Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya. Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor semua aktivitas system seperti sebuah virus.
Program saya lainnya seperti Hang Out Café 2.5, Kongkow-kongkow 5.6 atau Friday Nite Party 3.11 tidak lagi bisa berjalan dan menyebabkan system menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan, bahkan program Saturday Shopping 3.0 atau Sunday Home Cleaning 3.11 yang muncul.
Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background atau dijadikan screensaver saja, sementara saya mencoba menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk kembali ke Girlfriend 7.0 atau bahkan upgrade ke Gilfriends 8.9 dan melakukan uninstall program Wife 1.0 namun tidak bisa.
Mohon bantuannya.
Salam,
Igo Omigo
Jawabannya Ternyata :
Subject: Re : Customer Support : Upgrade to Wife 1.0
Yth. Bapak Igo Omigo
Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalahpahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berfikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & Entertainment Program. Sedangkan hal yang sebetulnya Wife 1.0 adalah Operating System, dirancang oleh Programmer kami di HEAVEN UNLIMITED COMPANY untuk menjalankan semuanya.
Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 dan kembali ke Girlfriend 7.0. atau upgrade ke Girlfriends 8.9. Program Wife 1.0 tidak dirancang untuk ini karena jika dipaksakan untuk dilakukan dapat menyebabkan system anda berantakan. Beberapa orang selain Anda telah mencoba melakukan install Girlfriend 8.0 atau Wife 2.0, Wife 3.0. wife 4.0 tetapi hal ini akan memunculkan masalah baru dan memakan lebih banyak resources.. (lihat user manual Wife 1.0 di Bab 2 ? Alimony & Child Support).
Kami merekomendasikan tetap menggunakan program Wife 1.0 dan coba menghadapi beberapa hal yang Anda anggap sebagai kesulitan sebaik mungkin. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, coba jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 or Hug & Kiss 9.0 Serta Program Utility Surrender to God ver 1.0 .
Walaupun beberapa orang menganggap Wife 1.0 adalah suatu program yang butuh perawatan tinggi, banyak juga orang yang tahu bahwa program ini dapat menjadi sangat menyenangkan bahkan dapat membantu karier Saudara. Untuk memperoleh manfaat maksimal program Wife 1.0 ini, Anda dapat mencoba membeli add-on program seperti Listening 5.0, Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3. tetapi tebaik adalah Program Gold 2.4 atau Diamond are Forever ver. 9.9
Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan untuk install program Private Secretary 1.0 (Short Skirt Version atau Sexy version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan hampir dipastikan akan menyebabkan system menjadi crash.
Semoga dapat membantu,
CS LostaMa
Banyak orang yang menganggap kepercayaannya itu sebagai
satu-satunya yang benar dan cenderung menyalahkan kepercayaan orang lain. Orang
seperti itu memandang bahwa Tuhan yang dipercayainya itu adalah Tuhan
yang sebenarnya, yang berbeda dengan Tuhan yang dipercayai oleh orang
lain yang dianggapnya salah, hal ini oleh Ibn al-’Arabi menyebut Tuhan yang dipercayai manusia
1. “Tuhan yang disembah sesuai dengan kepercayaan” (ilah al-mu’taqad),
2. “Tuhan yang dipercayai untuk disembah atau diibadahi”(al-ilah al-mu’taqad),
3. “Tuhan dalam penyembahan atau peribadahan” (al-ilah fii al-i’tiqad),
4. “Kebenaran Tuhan yang dipercaya” (al-haqq al-i’tiqadi),
5. “Kebenaran Tuhan yang ada dalam kepercayaan” (al-haqq al-ladzi fii al-mu’taqad), dan
6. “ Kebenaran Tuhan yang diciptakan dalam kepercayaan” (al-haqq al-makhluq fi al-i’tiqad).
Kata i’tiqad data mu’taqad, yang dalam tulisan ini diterjemahkan dengan
“kepercayaan”, berasal dari akar ‘-q-d, yang berarti merajut, membuhul, mengikat; mengikatkan dengan sebuah buhul; memasang, mengumpulkan, menggabungkan, mengunci; mengecilkan, menyempitkan, mengerutkan; mengarahkan, memusatkan; melengkungkan, melekukkan; bertemu, berkumpul; mengadakan pertemuan, mengadakan rapat, mengumpulkan; membuat
perjanjian, mengikat kontrak.
Kata i’tiqad sendiri, secara literal (harfiah) atau figuratif (majazi), berarti menjadi terikat atau
tersusun dengan kuat. Maka i’tiqad, “kepercayaan”, adalah suatu “ikatan” yang diikat dengan kuat dalam kalbu atau pikiran, sebuah keyakinan bahwa sesuatu adalah benar. Bagi Ibn al-’Arabi, “kepercayaan” adalah sebuah (peng)ikatan (binding) dan (pem)batasan (delimitation) Wujud Yang Tak
Terbatas, Wujud Absolut (al-wujud al-muthlaq), yang dilakukan oleh dan berlangsung dalam subyek manusiawi.
Kepercayaan atau iman seorang hamba kepada Tuhannya ditentukan dan diwarnai oleh kapasitas pengetahuan sang hamba. Kapasitas pengetahuan itu tergantung kepada
1. “kesiapan partikular” (al-isti’dad al-juz’i) masing-masing individu hamba
2. “kesiapan universal” (al-isti’dad al-kulli) kesiapan seluruh aspek yang dapat digolongkan lagi :
a. “kesiapan azali” (al-isti’dad al-azali) yang telah ada sejak azali
b. “entitas-entitas permanen” (al-a’yan al-tsabitah), yang merupakan bentuk penampakan diri (tajalli) al-Haqq.
Tuhan menampakkan kuasa-Nya kepada hamba-Nya sesuai dengan kesiapan sang hamba untuk mencapai pengetahuan tentang Tuhan yang akhirnya “diikat” atau “dibatasi” oleh dan dalam kepercayaannya sesuai dengan pengetahuan yang dicapainya. Dengan demikian, Tuhan yang
diketahui oleh sang hamba adalah identik dengan Tuhan dalam kepercayaannya. Dapat pula dikatakan bahwa Tuhan yang diketahuinya adalah identik dengan kepercayaannya
1. Sadar
2. Tobat
3. Syukur
4. Sabar
5. Juhud (bersungguh-sungguh)
6. Waro’
7. Khauf
8. Roja’
9. Tawakal
10. Ridho
11. Mahabbah (Cinta, deudeuh)
Semuanya saling berkaitan dan saling menunjang dengan dilandasi ke ikhlasan